Bekasi (Antara) - Sumber air baku produksi Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Bhagasasi di Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, terkontaminasi bakteri sampah.
"Kami tak bisa lagi berbuat banyak dengan perilaku abai masyarakat yang membuang sampah di saluran air baku tersebut," ujar Kepala PDAM Tirta Bhagasasi Cabang Babelan, Nurhasan, di Bekasi, Jumat.
Dia mengatakan, sampah yang ada di saluran air baku tepatnya di Desa Bunibakti itu merupakan jenis sampah rumah tangga yang dibuang warga sekitar sembarangan.
Namun Nurhasan mengaku tak berani menunjuk masyarakat mana yang bertanggung jawab dengan sumbatan sampah di saluran tersebut.
"Sampah yang ada di saluran itu sampah domestik dari masyarakat. Kita pun sudah berupaya untuk membersihkan sampah itu. Tapi, tetap saja sampah itu ada lagi. Di sini harus ada peran aktif masyarakat untuk meningkatkan kesadarannya agar tidak buang sampah ke sungai," katanya.
Dia berharap, Perum Jasa Tirta II, selaku pengelola saluran segera melakukan normalisasi di saluran tersebut.
Namun demikian, pihaknya tak tahu pasti kapan PJT II akan merealisasikan permintaan tersebut.
"Permintaan normalisasi sudah kita sampaikan ke PJT II, tinggal tunggu saja `action`-nya," katanya.
Selama ini, kata dia, pembersihan saluran air hanya dilakukan secara swadaya oleh pihaknya, namun tetap saja sampah menumpuk lantaran masyarakat terus membuang sampah ke dalam saluran.
"Kalau untuk tanggung jawab, kita pun ikut serta untuk melakukan pembersihan dari sampah. Karena aliran sungai itu bukan hanya untuk PDAM, tapi untuk mengairi sawah yang ada di wilayah Bunibakti juga," katanya.
Air baku PDAM Babelan tercemar bakteri sampah
Jumat, 13 September 2013 9:52 WIB
Logo PDAM Tirta Bhagasasi Bekasi (Istimewa)
"Kami tak bisa lagi berbuat banyak dengan perilaku abai masyarakat yang membuang sampah di saluran air baku tersebut,"
