Jakarta (ANTARA) - Komunitas 98 Resolution Network menyatakan bahwa keberhasilan pemerintah mencapai swasembada beras adalah bukti dari janji Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang terlaksana.
Salah satu pemrakarsa 98 Resolution Network Eli Salomo Sinaga mengatakan bahwa swasembada beras itu mampu tercapai tidak kurang dari satu tahun. Dia pun optimis swasembada pangan nasional juga akan bisa tercapai.
"98 Resolution Network menilai komitmen kuat Presiden Prabowo dalam mewujudkan swasembada telah dibuktikan melalui sejumlah kebijakan," kata Eli di Jakarta, Rabu.
Dia menjelaskan kebijakan-kebijakan itu, di antaranya Keputusan Menteri Pertanian Republik Indonesia Nomor 73/Kpts./OT.050/M/02/2025 Tentang Satuan Tugas Swasembada Pangan.
Jangkauan kerja Satgas itu, kata dia, sampai ke kabupaten/kota hingga petugas lapangan. Strategi utama dalam mencapai swasembada adalah peningkatan produksi dengan optimalisasi seluruh sumber daya lahan yang tersedia dan dukungan sumber daya manusia yang kompeten.
Dia juga mengatakan bahwa berbagai terobosan kebijakan yang telah dibuat untuk mengatasi hambatan regulasi yang selama ini dipandang menghambat produksi pangan nasional.
"Terobosan kebijakan cukup optimal dalam merencanakan, mengkoordinasikan, memastikan pelaksanaan kegiatan dan evaluasi menyeluruh atas pencapaian program swasembada pangan," kata dia.
Dia menilai dampak nyata dari terobosan kebijakan tersebut di antaranya, keberhasilan menurunkan harga pupuk hingga 20 persen, hingga volume pupuk melonjak hingga 700 persen karena pemerintah membangun tujuh pabrik pupuk baru.
"Begitu juga dari sisi pengawasan pemerintah telah mencabut 2.300 ijin usaha sektor pertanian karena melanggar peraturan dan melakukan permainan harga. Bahkan 192 orang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pangan," kata dia.
Selain itu, dia menilai dampak lainnya adalah peningkatan lahan pertanian pada Periode Oktober hingga Desember 2025 yang tercatat lebih tinggi 500 ribu hektar dibandingkan tahun 2024 lalu.
Lalu, menurut dia, Kementerian Pertanian pun secara bertahap telah berhasil menaikkan produksi pangan nasional. Misalnya pada tahun 2025 tercatat ekspor Pertanian Indonesia melonjak hingga 33 Persen, stok pangan nasional mencapai 3,2 juta ton, dan yang sangat menggembirakan adalah nilai tukar petani menembus angka 125,35, tertinggi sepanjang sejarah.
Pemerintah juga, kata dia, telah menargetkan serapan gabah dan beras nasional tahun 2026 mencapai 4 juta ton. Angka ini adalah target dalam rangka penguatan swasembada pangan berkelanjutan.
Sebagai catatan, pada tahun 2025 Bulog berhasil menyerap 3,2 juta ton beras. Target tersebut telah didukung dengan penambahan anggaran hingga mencapai Rp 39 triliun.
Sementara soal dukungan kepada petani secara langsung, menurut dia, pemerintah membantu keuangan petani karena Presiden Prabowo dalam pidatonya secara tegas menetapkan harga gabah hasil produksi petani seharga Rp6.500 per kilogram. Kebijakan Presiden merupakan insentif yang sangat berharga bagi petani, karena dapat menjual produk gabah kering panen mereka pada tingkat yang menguntungkan.
Dengan keyakinan dan komitmen kuat Presiden Prabowo, dia menilai kebijakan impor pangan yang mencekik leher kaum akan dapat diatasi. Indonesia kembali berdiri di atas kaki sendiri, sebagaimana kata presiden Prabowo
"Masalah pangan adalah masalah kedaulatan, masalah pangan adalah masalah kemerdekaan, masalah pangan adalah masalah survival kita sebagai bangsa," katanya.
Baca juga: Bamsoet sebut Prabowo bawa Indonesia capai swasembada beras seperti Soeharto-SBY
Baca juga: Menteri Pertanian siap ekspor beras tahun ini usai swasembada tercapai
