Kota Bogor (ANTARA) - Bhakti Lintas Agama yang digelar di Madrasah Aliyah Negeri 1 Kota Bogor, Jawa Barat, Senin, dinilai menjadi salah satu modal penting dalam memperkuat persatuan dan kohesi sosial masyarakat Kota Bogor.
Kegiatan tersebut diisi dengan berbagai rangkaian aksi sosial, mulai dari donor darah, pemeriksaan kesehatan gratis, bazar UMKM, doa lintas agama, hingga ceramah kebangsaan yang diikuti oleh unsur masyarakat lintas iman dan generasi muda.
Ketua Pelaksana Bhakti Lintas Agama, Dede Supriatna, mengatakan kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi berbagai elemen masyarakat yang memiliki kepedulian terhadap nilai persatuan dan toleransi.
“Kegiatan Bhakti Lintas Agama ini sebagai simbol persatuan dan kesatuan, toleransi, dan solidaritas di tengah masyarakat,” ujar Dede dalam sambutannya.
Menurut dia, perbedaan keyakinan seharusnya tidak menjadi penghalang bagi masyarakat untuk saling membantu dan bekerja sama dalam kehidupan bermasyarakat.
“Perbedaan bukanlah satu halangan untuk bisa saling tolong menolong. Bhakti lintas agama adalah simbol persatuan dan kebersamaan,” katanya.
Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim menegaskan bahwa persatuan dan kesatuan merupakan kunci utama dalam mendukung pembangunan daerah dan menjaga stabilitas sosial.
“Ini modalitas kita ke depan. Selama kita kompak, insyaallah semua bisa diatasi dan dicari solusinya. Alhamdulillah sekarang sudah tidak ada lagi isu SARA yang beredar,” kata Dedie.
Ia juga berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara konsisten agar semangat toleransi dan persaudaraan terus tumbuh di kalangan masyarakat, khususnya generasi muda.
“Ada generasi penerus yang melakukan hal serupa. Jadi bukan hanya kumpul-kumpul biasa, tapi menjalin persahabatan. Inilah DNA Kota Bogor,” ujarnya.
Puncak kegiatan Bhakti Lintas Agama ditutup dengan ceramah kebangsaan oleh ulama kharismatik Habib Luthfi bin Yahya yang menekankan pentingnya persatuan dan kesatuan bangsa dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Habib Luthfi menjelaskan bahwa bendera Merah Putih memiliki makna mendalam sebagai simbol kedaulatan, harga diri, dan jati diri bangsa Indonesia.
“Jadi hormat kepada Merah Putih bukan cuma gerakan. Semua harus paham makna di balik bendera kebangsaan kita,” katanya.
Ia juga menegaskan bahwa menjaga persatuan dan kesatuan bangsa merupakan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat, bukan hanya pemerintah atau kelompok tertentu.
“Setiap individu punya tanggung jawab terhadap tanah airnya. Kalau sudah punya sifat itu, maka akan melindungi semuanya dan menghargai semua,” kata Habib Luthfi.
