Medan (ANTARA) - Pemerintah Kota Medan, Sumatera Utara mengerahkan 3.000 personel untuk melakukan aksi gotong royong penanganan lingkungan usai banjir yang melanda wilayah tersebut.
Wali Kota Medan Rico Tri Putra Waas mengatakan 3.000 personel yang dikerahkan berasal dari 21 kecamatan yang digelar untuk pertama kalinya.
"Sebanyak 3.000 personel dari 21 kecamatan se-Kota Medan Gotong Royong Raya pada berbagai lokasi di Kecamatan Medan Helvetia. Kegiatan ini menjadi yang pertama kali digelar secara serentak lintas kecamatan di Kota Medan," ujar Rico Waas di Medan, Sabtu.
Ia mengatakan kegiatan yang diberi nama Gotong Royong Raya itu dipusatkan di Kecamatan Medan Helvetia karena merupakan wilayah terdampak cukup parah.
Rico Waas mengatakan seluruh personel yang dikerahkan melakukan pembersihan drainase yang mengalami sedimentasi.
Selain itu, kata dia, personel juga melakukan penanganan sampah dan rumput liar serta melakukan penataan kawasan agar lebih bersih dan aman.
"Hari ini Medan Helvetia membutuhkan dukungan kita. Mari bekerja bersama agar masyarakat melihat dan merasakan kehadiran pemerintah," kata dia.
Menurutnya, kehadiran pemerintah harus benar-benar dirasakan oleh masyarakat, terutama saat menghadapi kondisi pasca bencana.
"Gotong Royong Raya merupakan wujud nyata semangat Medan untuk Semua, tanpa ego sektoral dan tanpa batas kewilayahan," sebut dia.
Dalam kegiatan itu, Rico Waas menekankan jajaran tidak hanya bekerja secara teknis, tetapi mengajak masyarakat dan melibatkan masyarakat sehingga tercipta gerakan bersama.
"Kegiatan ini juga menegaskan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sebagai bagian dari nilai kehidupan bermasyarakat dan keagamaan,"ujarnya.
Baca juga: Menteri LH sebut sampah sebagai masalah yang harus tuntas ditangani bukan berkah
Baca juga: Pemkot Tangsel segera bentuk satgas tanggap darurat penanggulangan sampah
