Depok (ANTARA) - Indonesia Fundraising Award (IFA) 2025 menggelar Sidang Pleno Dewan Juri sebagai tahapan akhir untuk menetapkan pemenang penghargaan fundraising tingkat nasional dengan komitmen fundraising beretika dan berdampak.
 
Sidang pleno ini menjadi forum pengambilan keputusan final setelah melalui rangkaian proses seleksi administrasi, penilaian berkas, serta evaluasi komprehensif oleh dewan juri yang terdiri dari akademisi, praktisi, dan profesional di bidang fundraising dan filantropi.

Direktur Institut Fundraising Indonesia, Sri Sugiyanti  yang juga merupakan anggota Dewan Juri IFA 2025, di Depok, Selasa menegaskan bahwa IFA bukan sekadar ajang penghargaan.

“IFA kami hadirkan sebagai ruang pembelajaran dan refleksi bersama, agar praktik fundraising di Indonesia terus tumbuh secara sehat, beretika, dan berorientasi pada dampak jangka panjang, bukan hanya capaian angka,” ujarnya.
 
Indonesia Fundraising Award (IFA) merupakan ajang apresiasi nasional yang diberikan kepada lembaga, individu, korporasi, dan mitra strategis yang dinilai berkontribusi signifikan dalam mengembangkan praktik fundraising yang beretika, transparan, inovatif, dan berdampak sosial berkelanjutan di Indonesia. IFA hadir untuk mendorong peningkatan profesionalisme serta memperkuat kepercayaan publik terhadap gerakan filantropi nasional.
 
IFA 2025 diselenggarakan oleh Institut Fundraising Indonesia (IFI), sebuah lembaga yang berfokus pada pengembangan kapasitas, riset, dan penguatan ekosistem fundraising di Indonesia melalui pelatihan, pendampingan, serta pengembangan standar praktik fundraising yang profesional dan berintegritas.
 
Sementara itu, Dr. Rini Supri Hartanti, selaku Ketua Dewan Juri IFA 2025 dan juga sebagai Islamic Social Finance Expert, menyampaikan bahwa proses penjurian dilakukan secara objektif dan menyeluruh.

“Penilaian IFA tidak hanya melihat besaran penghimpunan dana, tetapi juga menilai inovasi, transparansi, etika, dampak sosial, serta kontribusi nyata terhadap penguatan ekosistem fundraising nasional. Sidang pleno menjadi ruang untuk memastikan setiap penghargaan benar-benar layak dan kredibel,” jelasnya.

Hal serupa juga disampaikan oleh dewan juri lainnya yaitu Urip Budiarto (Deputi Direktur Dana Sosial Syariah, KNEKS) dan Surya Rahman Muhammad (Humanitarian Forum Indonesia)
 
Setelah Sidang Pleno, hasil penjurian akan diumumkan secara resmi pada Malam Puncak Indonesia Fundraising Award, yang dijadwalkan berlangsung pada 27 Januari 2026.

Malam puncak ini akan menjadi momentum apresiasi tertinggi bagi para juara IFA Award, sekaligus ruang refleksi dan inspirasi bersama bagi seluruh pemangku kepentingan filantropi di Indonesia.
 
IFA 2025 mengusung tema “Flourishing Future”, yang menekankan pentingnya menumbuhkan praktik fundraising yang berkelanjutan dan berdampak, sejalan dengan semangat menyambut bulan Ramadhan sebagai momentum penguatan nilai, niat, dan kepedulian sosial.
 
Melalui penyelenggaraan IFA, IFI berharap praktik-praktik terbaik fundraising dapat terus berkembang, direplikasi, dan menjadi inspirasi bagi seluruh pemangku kepentingan dalam membangun masa depan filantropi Indonesia yang lebih terpercaya dan berdaya guna.



Pewarta: Feru Lantara
Uploader : Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2026