Depok (ANTARA) - Tidak ada yang bisa memprediksi kapan penyakit akan datang. Namun, dengan memiliki jaminan kesehatan, masyarakat dapat merasa lebih tenang dan terlindungi. Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dibentuk oleh BPJS Kesehatan telah dirasakan langsung manfaatnya oleh Shifa Firlatiana (22), seorang pegawai swasta asal Kota Bogor.
Wanita yang akrab dipanggil Shifa ini harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit akibat penyakit anemia yang sempat membuatnya pingsan mendadak di tempat kerja. Shifa merasa sangat terbantu dengan adanya Program JKN. Ia bersyukur sudah didaftarkan sebagai peserta JKN dengan kepesertaan aktif oleh perusahaannya, Rabu (09/07).
“Sebelum kejadian saya pingsan di tempat kerja, memang saya sering merasa lelah dan tidak bertenaga selama beberapa bulan terakhir. Sebagai pegawai swasta yang bekerja dari pagi ke malam, makanan instan merupakan pilihan pertama karena lebih praktis. Kata dokter, pola makan dan hidup yang tidak sehat menjadi penyebab utama penyakit datang. Setelah dilakukan pemeriksaan di rumah sakit saya kepikiran terkait biaya besar yang harus saya bayarkan nantinya. Tapi alhamdulillahnya setelah mendapat informasi dari bagian administrasi rumah sakit, semuanya gratis karena saya sudah terdaftar sebagai peserta JKN dan seluruh biaya penangan ditanggung penuh oleh Program JKN,” ujar Shifa.
Baca juga: Dian ajak masyarakat daftar JKN, karena telah merasakan manfaatnya
Shifa turut menceritakan pengalamannya saat ia di rumah sakit. Disana ia mendapatkan penanganan yang cepat dan tanggap oleh tenaga medis yang berjaga. Oleh dokter yang menanganinya, ia diarahkan untuk melakukan pemeriksaan laboratorium terlebih dahulu.
Berdasarkan hasil pemeriksaan yang dilakukan, hasilnya menunjukkan bahwa Shifa didiagnosis terkena anemia dengan kadar hemoglobin yang sangat rendah. Dengan kondisi seperti ini, dokter pun merujuk Shifa untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut selama beberapa hari hingga kondisinya kembali pulih.
Ia juga menambahkan saat dirawat inap, ia mendapatkan pelayanan yang memuaskan sebagai pasien BPJS Kesehatan.
“Kata dokter saya didiagnosis terkena anemia, berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium kadar hemoglobin saya sangat rendah. Saya yakin ini semua pasti hasil dari kehidupan yang tidak sehat yang saya jalani sebelumnya, kurang minum air putih, pola makan yang asal-asalan dan jarang sekali makan sayur dan buah. Saat dirawat, saya juga harus melakukan transfusi darah guna meningkatkan kadar hemoglobin. Pengalaman yang tak terlupakan adalah dokter dan perawat disana selalu support saya untuk sembuh. Pelayanan yang super maksimal yang saya terima selama dirawat inap, tidak ada diskriminasi semua dilayanin dengan profesional. Jadi menurut saya isu tentang perbedaan layanan menggunakan BPJS Kesehatan itu tidak sesuai realitas,” jelas Shifa.
Baca juga: Ria bersyukur, JKN bantu obati asam lambung
Baca juga: Alif: JKN membuat saya tenang menjalani umrah!
Kini, Shifa sudah mulai menerapkan pola makan yang lebih sehat dan rutin mengonsumsi makanan bergizi, serta melakukan kontrol kesehatan secara berkala. Ia juga mengaku semakin sadar akan pentingnya memiliki jaminan kesehatan meski di usia muda karena penyakit tidak bisa ditebak kapan datangnya.
Shifa juga menyampaikan pesannya untuk seluruh pekerja swasta dan anak muda agar tidak menyepelekan pentingnya menjadi peserta JKN yang aktif ditengah tingginya biaya kesehatan saat ini.
Ia juga berharap semoga Program JKN bisa tersebar ke selueuh pelosok Indonesia, sehingga semua masyarakat bisa merasakan manfaat dan dampak dari penggunaan Program JKN ini untuk kesehatan.
“Dulu saya pikir JKN itu hanya untuk orang tua atau keluarga yang sering sakit. Tapi sekarang saya paham, ini penting banget untuk siapa saja. Saya masih muda, aktif bekerja, tapi tetap bisa jatuh sakit kapan saja. Untung saya punya JKN dan terdaftar aktif. Bayangkan kalau harus bayar semua biaya rumah sakit sendiri, pasti berat sekali. Jangan tunggu sakit dulu baru sadar pentingnya Program JKN. Sekarang saya merasa aman karena tahu ada perlindungan kesehatan. Saya jadi bisa fokus kerja dan hidup lebih tenang. Terima kasih BPJS Kesehatan atas program yang sangat membantu ini. Harapan saya kedepannya semoga masyarakat di daerah terpencil juga bisa merasakan manfaat jaminan kesehatan ini untuk berobat,” tutup Shifa.
