Jakarta (ANTARA) - BPJS Kesehatan menjalin kerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) guna memperkuat sinergi riset dan inovasi di bidang kesehatan dalam mendukung optimalisasi penyelenggaraan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN)
Adapun dalam nota kesepahaman yang dijalin keduanya terdapat berbagai berbagai ruang lingkup kerja sama, antara lain pelaksanaan riset dan inovasi di bidang kesehatan, pemanfaatan hasil riset, penyusunan rekomendasi kebijakan, pertukaran dan pemanfaatan data, pendayagunaan tenaga ahli, serta pengembangan kapasitas sumber daya manusia.
"Dinamika demografi, transisi epidemiologi, serta perkembangan teknologi medis menuntut kebijakan kesehatan yang semakin berbasis bukti dan data yang kuat," kata Direktur Utama BPJS Kesehatan Ghufron Mukti di Jakarta, Jumat.
Oleh karena itu, katanya, kerja sama ini menjadi fondasi penting dalam memperkuat penyelenggaraan Program JKN agar semakin adil, berkelanjutan, dan berkualitas, melalui kebijakan kesehatan berbasis riset.
Ghufron menambahkan, kolaborasi ini memberi nilai tambah bagi BPJS Kesehatan dalam mengelola data kepesertaan, pola pemanfaatan layanan, hingga tantangan pembiayaan JKN. Melalui pendekatan riset yang kredibel dan independen, berbagai data tersebut dapat diolah menjadi dasar perumusan kebijakan yang lebih adaptif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Baca juga: BRIN fokus wujudkan dampak nyata riset dan inovasi di tahun 2026
“BPJS Kesehatan senantiasa membuka ruang kolaborasi yang lebih luas dengan berbagai pemangku kepentingan. Saat ini BPJS Kesehatan memiliki big data yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan riset dan penelitian. Dengan demikian, big data ini tidak hanya menjadi instrumen pengambilan keputusan, tetapi juga menjadi ruang berbagi masukan, pengalaman, serta strategi implementasi dalam rangka memperkuat pelaksanaan Program JKN secara berkelanjutan,” katanya.
Dia menambahkan, pihaknya terus melakukan berbagai inovasi digital untuk memudahkan layanan dalam ekosistem JKN. Transformasi digital tersebut antara lain melalui pengembangan Aplikasi Mobile JKN, penguatan kanal layanan non-tatap muka, integrasi sistem informasi dengan fasilitas kesehatan, serta pemanfaatan data secara lebih optimal untuk meningkatkan kualitas layanan JKN.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria menegaskan bahwa inovasi di bidang kesehatan yang dikembangkan BRIN memiliki visi yang sejalan dengan Program JKN, yakni meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Indonesia secara berkelanjutan.
Hal ini, katanya, juga menjadi bagian dari upaya memperluas hilirisasi riset agar tidak berhenti pada tataran akademik, tetapi benar-benar hadir dalam praktik kebijakan publik.
“Ruang lingkup kerja sama yang disepakati membuka peluang besar bagi BRIN untuk mengintegrasikan kegiatan riset, inovasi, serta pengembangan kebijakan kesehatan dalam satu ekosistem yang saling terhubung,” kata Arif.
Baca juga: PTDI dan BRIN tegaskan komitmen perkuat ekosistem industri dirgantara
