Jakarta (ANTARA) - CEO Pertamina Maritime Solutions (Pertamina Marine Solutions (PMSol) Dian Prama Irfani menegaskan sumber daya manusia maritim Indonesia kini makin diakui dunia melalui partisipasi Pertamina pada ajang energi global ADIPEC 2025 di Abu Dhabi.
Dian menyampaikan, keikutsertaan Pertamina sekaligus menegaskan komitmen memperkenalkan kompetensi pelaut Indonesia dan memperluas kemitraan strategis dengan pelaku global di sektor maritim serta energi.
Dalam wawancara pada Selasa, Dian menjelaskan PMSol saat ini mempekerjakan lebih dari 10.000 profesional maritim yang mengoperasikan 500 kapal dan 100 pelabuhan, baik di lingkungan Pertamina Group maupun di luar grup.
“Kami ingin memperkenalkan kapabilitas pelaut Indonesia yang sangat kompeten dalam menunjang bisnis pelayaran dan logistik maritim,” ujar Dian.
Ia menambahkan, keikutsertaan di ADIPEC menjadi momentum memperluas ekspansi dan membangun kemitraan dengan perusahaan-perusahaan global.
Dalam forum diskusi ADIPEC 2025, pelaku industri sepakat masa depan logistik maritim akan semakin cerdas melalui penerapan teknologi kecerdasan buatan (AI), otomasi, dan analisis data besar (big data).
“Teknologi tidak akan menggantikan pelaut, melainkan menjadi mitra kerja yang mempercepat pengambilan keputusan dan meningkatkan efisiensi,” jelasnya.
Menurut Dian, tugas PMSol saat ini adalah memastikan kesiapan SDM menghadapi transformasi digital dan transisi menuju energi hijau.
Dalam satu setengah tahun terakhir, PMSol bertransformasi dari penyedia tenaga kerja menjadi lembaga pengembangan kompetensi, dengan fokus pelatihan, sertifikasi, dan peningkatan keterampilan tenaga maritim agar mampu bersaing global.
Pemsol juga telah menembus pasar Eropa, China, dan Korea. Klien internasional menyatakan kepuasan terhadap kinerja pelaut Indonesia. “Kami menumbuhkan kesadaran bahwa pelaut Indonesia memenuhi standar global,” kata Dian.
Ia menambahkan, PMSol tengah menjajaki kemitraan strategis dengan sejumlah pemilik kapal asal Eropa sebagai bagian dari upaya ekspansi berkelanjutan.
Sejalan dengan arah industri menuju energi rendah karbon, Pemsol menyiapkan pelaut agar mampu mengoperasikan kapal dan pelabuhan yang ramah lingkungan serta efisien bahan bakar.
“Kami ingin memastikan pelaut Indonesia dapat membaca panel digital, memahami data otomasi, dan mengambil keputusan berbasis analisis,” ujarnya. “Pelaut Indonesia tangguh sejak dulu, kini saatnya melek teknologi.”
Dian menegaskan pelaut Indonesia tidak kalah dari Filipina, Myanmar, atau India. “Mereka diakui kompeten dan berani. Tantangan kini adalah menjaga standar global dan kesiapan menghadapi era digital,” katanya.
Pertamina tampilkan SDM maritim Indonesia di Ajang ADIPEC 2025
Kamis, 6 November 2025 15:15 WIB
CEO Pertamina Maritime Solutions (Pemsol) Dian Prama Irfani. ANTARA/HO
