Serang (ANTARA) - Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang diselenggarakan Pemerintah Kota (Pemkot) Serang, Provinsi Banten, terkendala masalah ketidaksinkronan data Nomor Induk Kependudukan (NIK), sehingga berdampak pada rendahnya capaian program.
Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Serang Karsono di Serang, Senin, menyatakan capaian Dinas Kesehatan (Dinkes) dalam program CKG masih kurang, karena adanya kendala saat Puskesmas mengunggah data pasien.
"Masalah yang dialami Puskesmas adalah ketidaksinkronan data NIK. Sehingga, waktu di-upload oleh Puskesmas ada kendala," katanya.
Baca juga: Gambaran CKG di ujung negeri
Ia menjelaskan NIK merupakan data yang dilindungi undang-undang dan tidak bisa diakses sembarang pihak. Oleh karena itu, Puskesmas tidak memiliki kewenangan untuk memadankan data NIK pasien secara mandiri.
"Sehingga, saya minta kepada Dinkes untuk diadakan kerja sama dengan Disdukcapil. Jadi, nanti Dinkes melalui Puskesmas bisa langsung melihat atau memadankan NIK peserta CKG," ujarnya.
Karsono merinci beberapa kendala data yang ditemukan di lapangan meliputi NIK ganda akibat perekaman di daerah lain sebelum pindah ke Serang, serta perbedaan sistem antara perekaman lama (tanpa biometrik) dan baru (dengan biometrik).
Baca juga: 2.561.747 orang sudah manfaatkan CKG di Jakarta
"Ada beberapa kendala, seperti NIK dobel, dulu tidak ada biometrik sekarang pakai biometrik, makannya terjadi dobel NIK. Selain itu, ada juga kartu keluarga yang tidak jelas, dan semua itu bisa diselesaikan dengan Disdukcapil," paparnya.
Sebagai solusi jangka pendek, Karsono mengusulkan penunjukan satu penanggung jawab (PIC) di setiap Puskesmas yang bertugas berkoordinasi langsung dengan petugas Disdukcapil untuk menyelesaikan persoalan data di lapangan.
"Untuk jangka panjangnya harus kerja sama agar mereka (Dinkes/Puskesmas) bisa langsung mengakses, tidak usah ke kami, seperti Dinsos," tegasnya.
Baca juga: Menteri Kesehatan minta Antara terus sebarkan soal CKG
Ia mengingatkan bahwa permasalahan data ini akan berdampak pada capaian program pusat dan dapat merugikan masyarakat.
"Kalau datanya tidak sinkron, mereka tidak mendapatkan layanan kesehatan gratis, tentu ini merugikan masyarakat," tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Serang Ahmad Hasanudin mengakui adanya sejumlah permasalahan di lapangan.
"Cek Kesehatan Gratis (CKG) semuanya sudah bekerja. Karena ada beberapa permasalahan seperti NIK tidak sinkron, SDM yang kurang, jaringan lambat, dan di setiap puskesmas mempunyai permasalahan yang berbeda-beda," katanya.
Ia mengaku terus berupaya memaksimalkan input data, termasuk saat ada kegiatan keramaian seperti di alun-alun, dimana capaian data pemeriksaan biasanya meningkat.
"Untuk jumlah yang sudah diinput saya kurang hafal, yang jelas di sini semuanya kumpul kepala puskesmas supaya menginput agar tidak ada yang terlewat. Jadi, kita lakukan sinkronisasi data agar semua yang sudah melakukan CKG datanya dapat terinput," ujarnya.
