Kabupaten Tangerang (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang, Provinsi Banten, mengerahkan tim medis, dokter, hingga bantuan logistik, untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana alam banjir akibat cuaca ekstrim yang melanda di daerah itu.

"Dinas Kesehatan bersama para dokter hadir untuk melakukan cek kesehatan masyarakat, di samping penyaluran bantuan logistik sebagai langkah penanganan awal," kata Bupati Tangerang Moch Maesyal Rasyid di Tangerang, Selasa.

Menurut dia, kehadiran tim medis dan bantuan logistik di tengah bencana alam yang melanda wilayahnya tersebut menjadi langkah penting sebagai penanganan cepat terhadap para korban oleh pemerintah daerah.

Melalui penanganan awal ini, lanjutnya, diharapkan bisa meringankan beban dan keselamatan masyarakat yang tertimpa musibah di Kecamatan Kosambi, khususnya di Kampung Rawa Lumpang.

"Untuk jangka pendek, pemda memberikan bantuan logistik. Selain itu besok akan kami lakukan survei lanjutan dan merapatkan seluruh pihak terkait untuk mencari solusi teknis, termasuk membahas ke mana air ini bisa dialirkan agar dapat dibuang ke laut," ungkapnya.

Ia mengungkapkan sebagai langkah konkrit pemerintah daerah (pemda) dalam mengatasi bencana banjir di 18 titik lokasi dengan enam wilayah kecamatan tersebut, maka pihaknya akan melakukan evaluasi secara menyeluruh bersama instansi terkait.

Selain itu Pemkab Tangerang juga melakukan peninjauan langsung ke lokasi banjir guna memastikan penanganan dan bantuan untuk warga terdampak diterima secara tepat."Kami datang langsung ke Kampung Rawa Lumpang bersama Pak Dandim, dari PLTU, para kepala dinas, pak camat, dan bertemu langsung dengan warga. Kami sudah melihat kondisi di lapangan dan merumuskan upaya-upaya yang akan dilakukan bersama," kata dia.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang mencatat sebanyak 50 ribu jiwa lebih terdampak bencana alam banjir akibat cuaca ekstrem yang melanda daerah tersebut.

Kepala BPBD Kabupaten Tangerang Ahmad Taufik mengatakan dari 50 ribu jiwa ini merupakan total data korban yang terdampak di enam wilayah kecamatan, yaitu Kosambi, Teluknaga, Pakuhaji, Pasar Kemis, Mauk, hingga Sepatan.

"Untuk update terakhir dari beberapa titik banjir ini kurang lebih ada kurang lebih 10.000 Kepala Keluarga (KK), meliputi kurang lebih 45-50 ribu jiwa," ucapnya.

Ia menyebutkan dampak bencana banjir yang melanda sejumlah titik di Kabupaten Tangerang ini juga 10 ribu KK  dengan 45 hingga 50 ribu jiwa mengalami kerugian atas musibah tersebut.

Selain itu untuk data sementara sedikitnya sekitar 1.000 jiwa terpaksa dievakuasi ke tempat lebih aman dari lokasi bencana banjir.

"Kisaran sementara yang dapat kami update kurang lebih sekitar 1.000 orang dari Kosambi telah mengungsi. Namun, kami masih melakukan pendataan," tuturnya.

Untuk kondisi rendaman air banjir yang terjadi di 18 titik itu bervariasi mulai ketinggian 20 sampai 80 centimeter, dengan lokasi yang terparah di kecamatan Kosambi.

"Evakuasi kurang lebih tidak terlalu banyak, khususnya yang ada di Kosambi saja. Kisaran sementara yang dapat kami update kurang lebih sekitar 1.000 orang," katanya.

Baca juga: BPBD Tangerang evakuasi warga Periuk terdampak banjir

Baca juga: Beberapa wilayah Tangerang terdampak banjir akibat hujan



Pewarta: Azmi Syamsul Ma'arif
Editor : Erwan Muhadam

COPYRIGHT © ANTARA 2026