Bandung (ANTARA) - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi berkomitmen mengawal ketat pembangunan instalasi Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) di wilayah Bogor Raya dan Bekasi agar segera beroperasi untuk memutus rantai darurat sampah di wilayah penyangga Jakarta.
Pernyataan tersebut disampaikan menyusul penandatanganan kerja sama strategis antara Pemda Provinsi Jawa Barat dengan badan usaha pengembang di kantor Kemenko Pangan, Jakarta, Selasa (21/4), dengan ditargetkan mulai dibangun paling lambat pada Juni 2026.
"Saat ini sudah ditandatangani untuk Bekasi, Kota dan Kabupaten Bogor, semoga segera selesai dan bisa beroperasi secepatnya. Sampah teratasi, listrik dinikmati," kata Dedi dalam keterangan di Bandung, Kamis.
Langkah akselerasi ini merupakan instruksi langsung Presiden Prabowo Subianto guna menghindari potensi bencana lingkungan akibat penumpukan sampah yang tak terkendali.
Baca juga: KLH-Pemprov Jabar pastikan percepat bangun PSEL Bandung Raya dan Bogor-Depok
Menko Pangan Zulkifli Hasan selepas penandatanganan itu menegaskan bahwa dalam waktu tidak lebih dari tujuh pekan ke depan, pengerjaan fisik di lapangan sudah harus dimulai.
Zulkifli mengingatkan para kepala daerah untuk memastikan pembangunan berjalan tepat waktu demi mencegah terulangnya tragedi longsor sampah seperti yang pernah terjadi di masa lalu.
"Minimal 100 ton per hari, tapi ada juga yang 500 hingga 700 ton. Saya tidak ingin tragedi longsor Bantar Gebang kembali terjadi. Gubernur harus mengawal dan memastikan ini dikerjakan dengan baik," ujar Zulkifli Hasan.
Kerja sama pengolahan sampah terpadu di Jawa Barat ini menggandeng PT Weiming Nusantara Bogor New Energi untuk wilayah Bogor Raya dan PT Wangneng Bekasi Environment Nusantara untuk wilayah Bekasi.
Baca juga: KLH dukung penuh percepatan pembangunan PSEL upaya penanganan sampah di Jabar
Proyek ini diproyeksikan mampu memproses sampah dalam skala besar sekaligus menghasilkan suplai energi listrik bagi masyarakat.
Pembangunan PSEL di Bogor, Bekasi, dan Bali menjadi pembuka dari rencana besar pemerintah untuk membangun 32 titik PSEL di seluruh Indonesia hingga tahun 2029. Danantara menargetkan setidaknya 12 lokasi baru akan menyusul pada tahun ini dengan fokus pada wilayah-wilayah yang sudah masuk dalam kategori siaga sampah.
Dengan komitmen pengawasan dari Pemprov Jabar, proyek PSEL ini diharapkan menjadi standar baru pengelolaan sampah modern yang tidak hanya menghilangkan residu lingkungan, tetapi juga memberikan nilai tambah ekonomi melalui ketahanan energi daerah.
Pewarta: Ricky PrayogaUploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.