Jakarta (ANTARA) - Kementerian Sosial mengintensifkan penanganan darurat bagi ribuan jiwa korban bencana banjir dan tanah longsor di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, seiring masih tingginya potensi hujan dan ancaman banjir susulan di wilayah tersebut.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf dalam keterangan di Jakarta, Selasa, mengatakan bahwa penanganan darurat difokuskan pada pemenuhan kebutuhan dasar serta perlindungan keselamatan warga terdampak bencana.

“Kementerian Sosial terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan unsur terkait untuk memastikan penanganan darurat berjalan optimal, terutama pemenuhan kebutuhan dasar warga terdampak,” kata dia.

Banjir dan tanah longsor terjadi sejak Jumat (9/1/2026) sekitar pukul 20.00 WIB akibat curah hujan tinggi. Lima desa di Kecamatan Juwana terdampak langsung, yakni Desa Doro Payung, Bumirejo, Tluwah, Kuduk Eras, dan Kedung Pancing.

Berdasarkan data sementara, bencana tersebut berdampak terhadap sekitar 8.000 kepala keluarga atau 20.000 jiwa. Sebanyak 300 kepala keluarga atau sekitar 900 jiwa mengungsi di sejumlah lokasi, termasuk balai desa, balai kemasyarakatan, serta rumah keluarga dan kerabat terdekat.

Hingga kini, tidak terdapat laporan korban meninggal dunia maupun korban luka dan sebagian wilayah terdampak mulai menunjukkan penurunan ketinggian air, meskipun wilayah hilir dan pesisir seperti Kecamatan Juwana, Dukuhseti, dan Gabus masih tergenang.

Baca juga: Banjir di Kota Serang rendam 1.579 rumah dan 501 warga mengungsi

Kementerian Sosial mengkonfirmasi sudah mengoperasikan dapur umum lapangan di Kantor Dinas Sosial Kabupaten Pati dan Desa Banjarsari, Kecamatan Gabus.

Operasional dapur umum tersebut melibatkan petugas dari Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah bersama Taruna Siaga Bencana (Tagana) untuk memastikan produksi masing-masing 3.600 bungkus makanan per hari (tiga kali makan) dan telah beroperasi sejak 19 Januari 2026.

"Penanganan juga diperkuat dengan dapur umum mandiri yang dikelola masyarakat dan lembaga terkait dengan dukungan Pemerintah Kabupaten Pati," kata Saifullah seraya  memastikan sudah menyalurkan bantuan logistik sebanyak dua tahap berupa makanan siap saji, makanan anak, kasur, selimut, tenda, perlengkapan keluarga, serta sandang anak dan dewasa.

Dukungan melekat tersebut diberikan menyusul Pemerintah Kabupaten Pati menetapkan Status Tanggap Darurat Bencana melalui Surat Keputusan Bupati Pati Nomor 400.9.10.2/0046/ 2026 yang berlaku aktif selama 14 hari hingga 23 Januari 2026.

Tim Reaksi Cepat BPBD Kabupaten Pati melaporkan bencana banjir dan tanah longsor melanda 20 kecamatan dengan dampak material tercatat meliputi sekitar 3.700 rumah terendam dan 7.000 rumah terdampak, serta kerusakan pada fasilitas umum, fasilitas pendidikan, tempat ibadah, infrastruktur tanggul dan jalan, serta sekitar 1.300 hektare lahan sawah.

Baca juga: Banjir merendam ribuan rumah 26 desa di Karawang

Baca juga: BPBD tangani kejadian longsor dan banjir akibat hujan di Banjarnegara



Pewarta: M. Riezko Bima Elko Prasetyo
Editor : Erwan Muhadam

COPYRIGHT © ANTARA 2026