Jakarta (ANTARA) - Kementerian Komunikasi dan Digital mengupayakan penyediaan dukungan sarana akses internet berkualitas terbaik dalam pelaksanaan Program Sekolah Rakyat.
Menurut Sekretaris Jenderal Kemkomdigi Ismail, Kemkomdigi dalam pelaksanaan Program Sekolah Rakyat bertugas menyediakan sarana akses internet menggunakan infrastruktur Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI).
"Kami melihat bahwa Komdigi itu akan bisa mendukung di beberapa hal, antara lain satu masalah akses internet. Ini kita sudah lakukan di beberapa sekolah melalui tools kita, yaitu BAKTI," kata Ismail di Kantor Kemkomdigi, Jakarta Pusat, Jumat.
Dukungan itu mencakup fasilitasi kemitraan dengan penyedia layanan internet agar Sekolah Rakyat, terutama di daerah-daerah yang membutuhkan konektivitas, bisa menikmati sarana akses internet.
Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto berusaha memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu dengan menghadirkan 500 Sekolah Rakyat di daerah kantong kemiskinan.
Presiden mengatakan bahwa saat ini sudah ada 100 Sekolah Rakyat yang beroperasi, dan jumlahnya pada Oktober 2025 ditargetkan bertambah menjadi 165 sekolah dengan 15.895 siswa, 2.407 guru, dan 4.442 tenaga pendidik.
