Moskow (ANTARA) - Afghanistan dan Amerika Serikat melanjutkan negosiasi pertukaran tahanan meski hingga saat ini nihil kesepakatan di antara keduanya, kata juru bicara pemimpin tertinggi Afghanistan, Zabihullah Mujahid pada Selasa.
"Negosiasi tentang pertukaran tahanan dengan AS masih berlangsung, tetapi belum membuahkan hasil ... Negosiasi harus memberikan hasil nyata dan pembebasan tahanan di kedua pihak," kata Mujahid kepada stasiun radio Afghanistan, Salam Watandar.
Kabul ingin Washington membebaskan Muhammad Rahim, warga negara Afghanistan terakhir yang ditahan di kamp penahanan Guantanamo Bay, sebagai imbalan atas pembebasan dua warga negara AS yang ditahan di Afghanistan.
Ia menekankan bahwa Kabul tetap berkomitmen pada pembicaraan dengan AS, menambahkan bahwa pembebasan kedua warga negara AS hanya akan mungkin terjadi jika Rahim juga dibebaskan.
Sebuah sumber, yang mengetahui proses negosiasi AS-Afghanistan, mengatakan kepada portal berita Tolo News bahwa pembahasan pertukaran tahanan saat ini menemui jalan buntu.
Rahim tidak akan dilibatkan dalam kesepakatan apa pun di masa mendatang, meski ada permintaan berulang kali dari Afghanistan, katanya.
Rahim, yang ditahan di AS sejak 2008, dituding oleh CIA sebagai ajudan dekat Osama bin Laden, mendiang pendiri kelompok esktremis Al-Qaeda (yang dilarang di Rusia), dan membantunya menghindari penangkapan.
Setelah berbulan-bulan diinterogasi dan diduga disiksa di penjara CIA, Rahim kemudian dipindahkan ke Guantanamo dan hingga kini masih masih menjadi tahanan pra-persidangan.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti
Baca juga: Pesawat pembawa warga Amerika dari Kabul Afganistan akan terbang ke AS
Baca juga: Salah satu Maninir Amerika Serikat terakhir yang tewas di Afganistan dipulangkan
