Parigi, Sulteng (ANTARA) - Dinas Kesehatan Parigi Moutong, Sulawesi Tengah menggencarkan pemeriksaan dan pengobatan terhadap warga setempat terdampak penyakit malaria yang di kabupaten itu berstatus kejadian luar biasa.
"Pemerintah daerah telah menetapkan status siaga darurat malaria, maka upaya penanggulangan gencar dilakukan pada wilayah-wilayah terdampak dan pencegahan di wilayah belum terdampak," kata Pelaksana Tugas Kepala Dinkes Kabupaten Parigi Moutong I Gede Widiadha di Parigi, Kamis.
Ia menjelaskan malaria telah menyebar ke lima kecamatan di kabupaten itu, yakni Sausu, Kasimbar, Taopa, Bolano Lambunu, dan Moutong.
Dinkes juga telah menyepakati bersama dengan satuan tugas penanganan malaria untuk melakukan pemeriksaan warga di wilayah-wilayah terdampak.
"Kami telah berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan untuk penguatan upaya penanggulangan, yang mana langkah penanganan melibatkan puskesmas di wilayah terdampak, termasuk penyediaan logistik obat-obatan maupun peralatan penunjang," ujarnya.
Data sementara pasien malaria sekitar 160 kasus sehingga penanganan yang masif terus dilaksanakan bersama satgas yang telah dibentuk pemda. Situasi darurat telah ditetapkan melalui Surat Keputusan Bupati Parigi Moutong Nomor 300.2.2/809/BPBD tentang Status Siaga Darurat Penanganan Bencana non-Alam KLB Malaria 2025.
Parigi Moutong pada 2024 mendapatkan status eliminasi malaria dari Kemenkes.
