Jakarta (ANTARA) - Kolonel Pnb Sunar Adi Wibowo bertugas sebagai komandan upacara penurunan Sang Merah Putih di Istana Merdeka, Jakarta, Minggu.
Sebagaimana tayangan langsung di kanal YouTube Sekretariat Presiden, Minggu, disebutkan, dia lahir di Gombong, Jawa Tengah pada 25 Mei 1979 dan merupakan lulusan Akademi Angkatan Udara tahun 2002.
Perwira TNI AU asal Kebumen itu saat ini menjabat sebagai kepala Dinas Personel Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma Jakarta.
Adapun bertindak selaku komandan kompi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) adalah Kapten Infanteri Xandy Dharwika Hutagaol.
Ia lahir di Pematangsiantar pada 26 September 1991, merupakan lulusan Akademi Militer angkatan 2014, dan berasal dari Medan, Sumatera Utara. Saat ini Hutagaol menjabat sebagai kepala Seksi Perencanaan Grup 1 Kopassus TNI AD.
Dalam upacara penurunan bendera merah putih tersebut, Presiden Prabowo Subianto bertindak sebagai inspektur upacara.
Diketahui, Tim Paskibraka “Indonesia Bersatu” yang didaulat melaksanakan Upacara Penurunan Bendera Negara Sang Merah Putih, sukses menjalankan tugasnya dengan khidmat dan lancar.
Bertugas sebagai pembawa baki Sang Merah Putih adalah Aliah Sakira, perwakilan Provinsi Sulawesi Selatan yang bersekolah di SMA Negeri 14 Makassar.
Prosesi penurunan bendera turut dijalankan oleh I Kadek Mentor Sad Ananta Wicaksana dari Provinsi Bali. Pelajar SMA Negeri 9 Denpasar tersebut dipercaya menjadi Komandan Kelompok 8.
Sementara itu, tugas pengerek bendera diemban oleh Hilton Pratama Mantong dari Sulawesi Barat yang kini menempuh pendidikan di SMA Negeri 1 Mamuju.
Adapun peran pembentang bendera dijalankan oleh Muhammad Ghaalib Al Ghifari, pelajar SMA Kebangsaan asal Provinsi Lampung.
Tampilnya Tim Paskibraka “Indonesia Bersatu” sore itu menjadi simbol kuat semangat persatuan bangsa. Dari berbagai daerah di tanah air, generasi muda Indonesia memperlihatkan kebanggaan dan dedikasi mereka dalam menjalankan tugas negara.
Band Cokelat
Band Cokelat sukses melantunkan lagu ikonik "Bendera" di hadapan para tamu undangan dalam rangkaian acara penurunan Bendera Merah Putih di Istana Merdeka.
Band yang digawangi Kikan sebagai vokalis tampil dengan setelan model janggan berwarna hitam dengan kain batik bernuansa cokelat dari Sapto Djojokartiko, serta aksesoris dari Tulola dan Sarinah sebagai pemanis dan sepatu dari Rajnik dan Sarinah.
Sementara anggota band lain yakni Edwin, Ronny, Ervin, dan Ernest kompak mengenakan setelan beskap hitam dengan kain batik setengah ala melayu dan celana panjang hitam dari Anggun Busana, dilengkapi dengan blangkon sebagai penutup kepala serta aksesoris dari Sarinah.
Mereka juga mengenakan kalung melati sebagai pelengkap penampilan mereka.
Selain lagu ikonik "Bendera", lagu "Hari Merdeka" dan "Tanah Airku" juga dibawakan secara energik oleh seluruh anggota band hingga membuat tamu undangan menikmati dan ikut bernyanyi.
Kikan juga mengungkapkan rasa hormatnya karena diundang untuk tampil di acara kenegaraan.
Selain lagu terkait kemerdekaan dan nasional, Coklat juga menyanyikan lagu-lagu hitsnya yang lain seperti "Segitiga" dan "Karma"
Peringatan HUT Ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2025 bertema "Bersatu Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju". Tema tersebut mencerminkan semangat kebangsaan yang terus dijaga sebagai fondasi untuk melangkah ke masa depan.
Presiden Prabowo Subianto memimpin langsung upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi dalam rangka HUT Ke-80 Republik Indonesia di Istana Merdeka, Jakarta.
Ada beberapa kegiatan yang digelar untuk menyemarakkan peringatan HUT Ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia pada Minggu yakni Kirab Bendera Sang Merah Putih dan Teks Proklamasi, Pesta Rakyat, dan Karnaval Bersatu Kemerdekaan.
