Jakarta (ANTARA) - Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Christina Aryani menyampaikan keprihatinan atas dugaan insiden pengeroyokan oleh sekelompok pekerja asal Bangladesh di Malaysia yang mengakibatkan seorang pekerja migran Indonesia meninggal.
"Tentunya kami prihatin sampai terjadi pengeroyokan berujung pada kematian pekerja migran tersebut," kata Wamen Christina kepada Antara di Jakarta, Rabu.
Sebuah video berdurasi sekitar 45 detik yang viral di media sosial memperlihatkan pengeroyokan oleh sekelompok pekerja diduga asal Bangladesh terhadap seorang pekerja migran Indonesia di daerah Bangsar, Malaysia, pada Selasa (15/7).
Menurut Christina, informasi yang beredar saat ini masih perlu diverifikasi, siapa pelakunya, status pekerja migrannya, pemberi kerja, dan bagaimana kejadiannya lebih rinci.
Kementerian P2MI, kata Christina, masih menunggu penjelasan lebih lanjut dari pihak berwenang terkait kejadian tersebut.
"Kita tunggu penjelasan lebih lanjut dari pihak berwenang yang sudah menangkap pelaku," katanya.
Baca juga: Pemerintah latih pekerja migran sebagai duta pariwisata
Baca juga: Menteri P2MI Abdul Kadir Karding resmikan Desa Migran Emas di Wonosobo Jateng
