Jakarta (ANTARA) - Rektor Universitas YARSI Fasli Jalal mengingatkan bahwa inklusivitas bernilai penting dalam pengembangan science, technology, engineering, and mathematics (STEM) karena seluruh lapisan masyarakat berkesempatan membentuk masa depan lewat inovasi dan riset.

"STEM bukan hanya tentang laboratorium atau inovasi. STEM adalah tentang manusia, tentang siapa yang mendapatkan akses, kesempatan, dan akhirnya siapa yang bisa membentuk masa depan," ujar Fasli saat menyampaikan sambutan dalam kuliah umum bertajuk "STEMpowerment for All: Breaking Barriers, Building Futures" di Universitas YARSI, Jakarta, Jumat.

Menurut dia, pada saat ini masih banyak perempuan dan anak yang muda yang menghadapi hambatan sosial serta ketimpangan akses terhadap pendidikan STEM yang berkualitas.

"Jika talenta itu universal, maka kesempatan juga harus universal," ujarnya.

Baca juga: RS Yarsi tangani operasi gawat darurat seorang korban ledakan SMAN 72 Jakarta
Baca juga: Universitas Yarsi siap dilibatkan dalam berikan edukasi kesehatan haji


Berikutnya, Fasli juga menyinggung terkait dengan pengembangan sains di lingkungan kampus. Menurut dia, pengembangan sains di lingkungan sains harus disertai dengan tanggung jawab etika dan inklusi sosial.

Ia mengatakan bahwa institusi pendidikan memiliki peran penting menghadirkan lingkungan belajar bebas diskriminasi sekaligus menghadirkan figur teladan agar mahasiswa, khususnya perempuan muda, dapat mendapatkan rasa kepercayaan diri untuk masuk dan berkembang di bidang STEM. Sebelumnya, STEM merupakan salah satu bidang pendidikan yang telah disorot oleh Presiden Prabowo Subianto. Presiden menginginkan jumlah mahasiswa penerima beasiswa diperbanyak. Presiden memerintahkan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto dan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi untuk membuat formulasi baru yang dapat menambah jumlah penerima beasiswa.

Baca juga: Rektor Yarsi: Lulusan perguruan tinggi perlu dibekali dua kompetensi inti

Presiden juga memberikan arahan agar alokasi untuk penerima beasiswa LPDP diprioritaskan pula untuk mereka yang mengambil studi bidang sains, teknologi, rekayasa, dan matematika (STEM).

"Beliau memberikan arahan untuk alokasi peruntukan dari beasiswa LPDP untuk diperbanyak ke STEM ya. Tadi, Beliau (Presiden, red.) sempat menyampaikan berharap mencapai di atas 80 persen, karena kita memang konsentrasi untuk mengejar ketertinggalan kita terlebih dahulu di dalam hal penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi," ujar Prasetyo.
 



Pewarta: Tri Meilani Ameliya
Uploader : Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2026