Depok (ANTARA) - Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia (FKG UI) meluluskan doktor baru melalui promosi Dr. drg. Shalina Ricardo yang menjadi lulusan pertama program "double degree" FKG UI dengan Tohoku University, Jepang.

Capaian ini menandai tonggak bersejarah dalam kolaborasi akademik internasional universitas, sekaligus menunjukkan komitmen FKG UI dalam menghasilkan riset inovatif di bidang kedokteran gigi berbasis bioteknologi.

Dekan FKG UI, Prof. Lisa Rinanda Amir dalam keterangannya di Depok, Jawa Barat, Sabtu, memberikan apresiasi atas capaian tersebut.

ia mengatakan riset yang dilakukan menunjukkan arah perkembangan kedokteran gigi yang semakin berbasis bioteknologi dan membuka peluang terapi yang lebih efektif.

Baca juga: Peneliti UI sebut tanaman hanjuang sebagai pencegah karies gigi anak
Baca juga: Ikatan Alumni FKG UI lepas relawan pemulihan pascabencana ke Aceh Tamiang

Menurut dia, promosi doktor ini sekaligus menegaskan komitmen FKG UI dalam menghasilkan lulusan yang unggul dan inovatif dalam menjawab tantangan kesehatan di masa depan.

Keberhasilan Dr. Shalina juga menandai keberhasilan implementasi program double degree FKG UI dengan Tohoku University.

Program ini memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk menempuh studi di dua institusi sekaligus, memperluas jejaring akademik internasional, serta memperkuat reputasi FKG UI sebagai fakultas yang berorientasi global.

Dalam disertasinya, Dr. Shalina mengangkat inovasi regenerasi tulang menggunakan exosome yang berasal dari sel punca mesenkimal (mesenchymal stem cells) Wharton’s Jelly sebagai solusi atas keterbatasan metode konvensional seperti bone graft dalam menangani critical-sized bone defects.

Penelitian ini menyoroti potensi terapi berbasis cell-free yang lebih aman, efektif, dan aplikatif untuk pengembangan klinis di masa depan.

Baca juga: FKG UI dan Pemprov DKI Jakarta luncurkan program gigi anak sehat Jakarta

Exosome adalah partikel kecil yang berperan penting dalam komunikasi antar sel. Dalam penelitian ini, exosome dimanfaatkan karena kemampuannya mengirim sinyal biologis yang
merangsang penyembuhan dan pembentukan jaringan baru.

Hasil riset menunjukkan peningkatan aktivitas osteoblas serta pembentukan mineral tulang secara signifikan pada uji laboratorium. Pada model hewan, pemberian exosome terbukti meningkatkan volume tulang dan mempercepat penutupan defek.

Temuan ini memperkuat bukti bahwa exosome dari Wharton’s Jelly memiliki potensi besar sebagai terapi regeneratif inovatif. Pendekatan ini tidak hanya membuka peluang baru dalam bidang
kedokteran gigi, tetapi juga dapat diaplikasikan lebih luas pada bidang bioteknologi kesehatan dan rekayasa jaringan.

Melalui promosi doktor ini, FKG UI menegaskan perannya sebagai pusat pengembangan ilmu kedokteran gigi yang adaptif terhadap perkembangan bioteknologi.

Fakultas tidak hanya berkomitmen menghasilkan riset berkelas dunia, tetapi juga membangun ekosistem akademik yang mendukung inovasi, kolaborasi internasional, dan kontribusi nyata bagi masyarakat.



Pewarta: Feru Lantara
Uploader : Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2026