• Top News
  • Terkini
  • Rilis Pers
Antaranews.com
Tentang Kami
Antara News bogor
Selasa, 10 Februari 2026
Antara News bogor
Antara News bogor
  • Home
  • Nusantara
      • antaranews.com
      • Aceh/NAD
      • Bali
      • Bangka/Belitung
      • Banten
      • Bengkulu
      • Gorontalo
      • Jambi
      • Jawa Barat
      • Jawa Tengah
      • Jawa Timur
      • Kalimantan Barat
      • Kalimantan Selatan
      • Kalimantan Tengah
      • Kalimantan Timur
      • Kalimantan Utara
      • Kepulauan Riau
      • Kuala Lumpur
      • Lampung
      • Maluku
      • Megapolitan
      • NTB
      • NTT
      • Papua
      • Papua Tengah
      • Riau
      • Sulawesi Selatan
      • Sulawesi Tengah
      • Sulawesi Tenggara
      • Sulawesi Utara
      • Sumatera Barat
      • Sumatera Selatan
      • Sumatera Utara
      • Yogyakarta
  • Nasional
    • Baznas RI salurkan bantuan Paket Ramadhan Bahagia bagi keluarga prasejahtera

      Baznas RI salurkan bantuan Paket Ramadhan Bahagia bagi keluarga prasejahtera

      42 menit lalu

      Harga emas Antam Selasa pagi ini naik Rp14.000 jadi Rp2,954 juta/gram

      Harga emas Antam Selasa pagi ini naik Rp14.000 jadi Rp2,954 juta/gram

      45 menit lalu

      MA tolak kasasi jaksa, Windu Aji tetap tidak dihukum dalam kasus TPPU

      MA tolak kasasi jaksa, Windu Aji tetap tidak dihukum dalam kasus TPPU

      1 jam lalu

      BPDP komitmen fasilitasi akses pasar produk UMKM perkebunan

      BPDP komitmen fasilitasi akses pasar produk UMKM perkebunan

      1 jam lalu

      Otto Hasibuan: Advokat merupakan penegak hukum dengan hak imunitas

      Otto Hasibuan: Advokat merupakan penegak hukum dengan hak imunitas

      1 jam lalu

  • Kabar Daerah
      • Bogor Update
      • Depok Update
      • Sukabumi Update
      • Bekasi Update
      • Purwasuka Update
      Produksi barongsai dan liong di Bogor

      Produksi barongsai dan liong di Bogor

      34 menit lalu

      Ketua TP-PKK Bogor arahkan seluruh kader bijak sikapi arus informasi era digital

      Ketua TP-PKK Bogor arahkan seluruh kader bijak sikapi arus informasi era digital

      5 jam lalu

      Pemkab Bogor mulai kebiasaan baru garap proyek strategis sejak awal tahun anggaran

      Pemkab Bogor mulai kebiasaan baru garap proyek strategis sejak awal tahun anggaran

      12 jam lalu

      Anggota DPRD Bogor minta segera bangun ulang SDN 02 di Cimandala

      Anggota DPRD Bogor minta segera bangun ulang SDN 02 di Cimandala

      16 jam lalu

      Begini tanggapan KPK pada kasus hakim PN Depok

      Begini tanggapan KPK pada kasus hakim PN Depok

      2 jam lalu

      Pemkot Depok raih penghargaan layanan tanpa maladministrasi dari Ombudsman RI

      Pemkot Depok raih penghargaan layanan tanpa maladministrasi dari Ombudsman RI

      5 jam lalu

      Sivitas akademika UI bantu korban banjir di Desa Pantai Harapan Jaya Bekasi

      Sivitas akademika UI bantu korban banjir di Desa Pantai Harapan Jaya Bekasi

      17 jam lalu

      BKD Depok berikan insentif bagi masyarakat taat pajak PBB-P2

      BKD Depok berikan insentif bagi masyarakat taat pajak PBB-P2

      17 jam lalu

      SEG apresiasi warga sekitar Gunung Salak lewat Community Development

      SEG apresiasi warga sekitar Gunung Salak lewat Community Development

      5 Februari 2026 13:56

      Damkar Kabupaten Sukabumi tingkatkan kemampuan personel tangani bencana kebakaran

      Damkar Kabupaten Sukabumi tingkatkan kemampuan personel tangani bencana kebakaran

      2 Februari 2026 21:53

      Momentum satu abad NU, Pemkab Sukabumi perkuat sinergi dengan Ulama

      Momentum satu abad NU, Pemkab Sukabumi perkuat sinergi dengan Ulama

      2 Februari 2026 10:57

      Produksi listrik PLTM Cicatih tembus 37,6 juta kwh pada 2025

      Produksi listrik PLTM Cicatih tembus 37,6 juta kwh pada 2025

      30 Januari 2026 18:00

      Pemkab Bekasi siapkan solusi atasi dampak anomali cuaca pada pertanian

      Pemkab Bekasi siapkan solusi atasi dampak anomali cuaca pada pertanian

      5 jam lalu

      Pemkab Bekasi percepat relokasi sekolah terdampak proyek strategis nasional

      Pemkab Bekasi percepat relokasi sekolah terdampak proyek strategis nasional

      5 jam lalu

      PMI Kota Bekasi salurkan bantuan kemanusiaan senilai Rp283 juta untuk Aceh Tamiang

      PMI Kota Bekasi salurkan bantuan kemanusiaan senilai Rp283 juta untuk Aceh Tamiang

      13 jam lalu

      Polres Bekasi beri kejutan wartawan peringati Hari Pers Nasional

      Polres Bekasi beri kejutan wartawan peringati Hari Pers Nasional

      13 jam lalu

      Kapolres Karawang sampaikan agar pers sajikan informasi berkualitas

      Kapolres Karawang sampaikan agar pers sajikan informasi berkualitas

      15 jam lalu

      Polisi dan masyarakat Karawang bekuk pencuri sepeda motor

      Polisi dan masyarakat Karawang bekuk pencuri sepeda motor

      16 jam lalu

      Pemkab Subang terbitkan surat edaran kegiatan bersih-bersih setiap Jumat

      Pemkab Subang terbitkan surat edaran kegiatan bersih-bersih setiap Jumat

      17 jam lalu

      Satpol PP Karawang temukan kWh meter listrik milik PLN di lokasi bangunan liar

      Satpol PP Karawang temukan kWh meter listrik milik PLN di lokasi bangunan liar

      9 Februari 2026 09:29

  • Kesehatan
    • Indonesia finalisasi RAN 2026--2029 kejar nol kematian dengue pada 2030

      Indonesia finalisasi RAN 2026--2029 kejar nol kematian dengue pada 2030

      32 menit lalu

      DPRD Cianjur dukung program UHC berlanjut

      DPRD Cianjur dukung program UHC berlanjut

      42 menit lalu

      Peserta PBIJK bisa diaktifkan bila penuhi kriteria

      Peserta PBIJK bisa diaktifkan bila penuhi kriteria

      2 jam lalu

      Anggota DPR sebut kesehatan rakyat jangan dikorbankan demi pembaruan data

      Anggota DPR sebut kesehatan rakyat jangan dikorbankan demi pembaruan data

      4 jam lalu

      Dinkes Ambon ajak masyarakat hindari perilaku berisiko untuk cegah HIV

      Dinkes Ambon ajak masyarakat hindari perilaku berisiko untuk cegah HIV

      12 jam lalu

  • Iptek
    • BRIN kembangkan bauran alami guna mitigasi gelombang ekstrem di YIA

      BRIN kembangkan bauran alami guna mitigasi gelombang ekstrem di YIA

      36 menit lalu

      E-BPKB dilengkapi teknologi keamanan tingkat tinggi

      E-BPKB dilengkapi teknologi keamanan tingkat tinggi

      44 menit lalu

      Begini Wuling Darion PHEV

      Begini Wuling Darion PHEV

      2 jam lalu

      Undana Kupang ditunjuk jadi pusat sport science untuk PON 2028

      Undana Kupang ditunjuk jadi pusat sport science untuk PON 2028

      4 jam lalu

      AHM fokus kualitas, ekosistem hingga purnajual

      AHM fokus kualitas, ekosistem hingga purnajual

      13 jam lalu

  • Artikel
    • Peta baru iklan digital 2026

      Peta baru iklan digital 2026

      45 menit lalu

      Menakar masa depan NU

      Menakar masa depan NU

      2 jam lalu

      Panen raya yang membawa berkah

      Panen raya yang membawa berkah

      4 jam lalu

      Pers dan arah menuju Indonesia Emas

      Pers dan arah menuju Indonesia Emas

      12 jam lalu

      Menumbuhkan kembali kejayaan Pelabuhan Panarukan

      Menumbuhkan kembali kejayaan Pelabuhan Panarukan

      12 jam lalu

  • Lingkungan Hidup
    • Kaltim perkuat 98 bank sampah di Samarinda

      Kaltim perkuat 98 bank sampah di Samarinda

      34 menit lalu

      Kementerian LH aktifkan sanksi pengelolaan sampah ke horeka di Bali

      Kementerian LH aktifkan sanksi pengelolaan sampah ke horeka di Bali

      2 jam lalu

      Kodaeral VIII dan tim gabungan amankan KMP Porodisa angkut sianida di Pelabuhan Amurang

      Kodaeral VIII dan tim gabungan amankan KMP Porodisa angkut sianida di Pelabuhan Amurang

      3 jam lalu

      BMKG prakirakan hujan petir terjadi di sejumlah kota pada Selasa

      BMKG prakirakan hujan petir terjadi di sejumlah kota pada Selasa

      4 jam lalu

      BMKG prakirakan seluruh wilayah Jakarta diguyur hujan Selasa pagi

      BMKG prakirakan seluruh wilayah Jakarta diguyur hujan Selasa pagi

      4 jam lalu

  • Wisata
    • Bupati komitmen lestarikan tradisi Perang Ketupat di Bangka Barat

      Bupati komitmen lestarikan tradisi Perang Ketupat di Bangka Barat

      25 menit lalu

      Karakter serial Harry Potter 'Draco Malfoy' jadi tren dekorasi Imlek di China

      Karakter serial Harry Potter 'Draco Malfoy' jadi tren dekorasi Imlek di China

      58 menit lalu

      Kemenhub perkuat keselamatan angkutan pariwisata

      Kemenhub perkuat keselamatan angkutan pariwisata

      2 jam lalu

      Strategi mitigasi transportasi pariwisata jaga kepercayaan wisatawan

      Strategi mitigasi transportasi pariwisata jaga kepercayaan wisatawan

      3 jam lalu

      Tari Kene-kene harus dilindungi sebagai kekayaan intelktual komunal

      Tari Kene-kene harus dilindungi sebagai kekayaan intelktual komunal

      3 jam lalu

  • Internasional
    • Iran: Pembicaraan dengan AS langkah maju

      Iran: Pembicaraan dengan AS langkah maju

      32 menit lalu

      Maskapai Air Canada hentikan penerbangan ke Kuba akibat kelangkaan bahan bakar

      Maskapai Air Canada hentikan penerbangan ke Kuba akibat kelangkaan bahan bakar

      1 jam lalu

      Venezuela bebaskan 35 tokoh oposisi

      Venezuela bebaskan 35 tokoh oposisi

      2 jam lalu

      DPP ABI hormati langkah Indonesia ikut serta dalam BoP

      DPP ABI hormati langkah Indonesia ikut serta dalam BoP

      2 jam lalu

      RI harus waspadai AS-Israel

      RI harus waspadai AS-Israel

      2 jam lalu

  • Olahraga
    • Megawati ingin bawa Pertamina Enduro teratas

      Megawati ingin bawa Pertamina Enduro teratas

      36 menit lalu

      PSSI terima denda AFC soal futsal

      PSSI terima denda AFC soal futsal

      39 menit lalu

      Ini negara peserta 3x3 basket Commonwealth Games

      Ini negara peserta 3x3 basket Commonwealth Games

      41 menit lalu

      Pelatih PSIM Yogykarta Van Gastel tak risau

      Pelatih PSIM Yogykarta Van Gastel tak risau

      2 jam lalu

      Persib Bandung bidik kemenangan kontra Ratchaburi

      Persib Bandung bidik kemenangan kontra Ratchaburi

      2 jam lalu

  • Foto
    • Produksi barongsai dan liong di Bogor

      Produksi barongsai dan liong di Bogor

      Selasa, 10 Februari 2026 9:30

      Kandungan gizi di balik menu andalan MBG

      Kandungan gizi di balik menu andalan MBG

      Jumat, 6 Februari 2026 8:48

      Bencana pergerakan tanah di Kabupaten Bogor

      Bencana pergerakan tanah di Kabupaten Bogor

      Selasa, 3 Februari 2026 8:43

      Banjir di Depok

      Banjir di Depok

      Kamis, 29 Januari 2026 6:50

      Penyintas bencana Lebak masih tinggal di huntara

      Penyintas bencana Lebak masih tinggal di huntara

      Selasa, 27 Januari 2026 7:08

  • Video
    • Dirut Antara: Kampus motor utama awal ekosistem pers yg baik

      Dirut Antara: Kampus motor utama awal ekosistem pers yg baik

      Minggu, 8 Februari 2026 16:36

      Aksi cepat Damkar Bogor tembus dan selamatkan Karoseri Delima Jaya dari kebakaran hebat

      Aksi cepat Damkar Bogor tembus dan selamatkan Karoseri Delima Jaya dari kebakaran hebat

      Jumat, 6 Februari 2026 14:07

      Komisi VII DPR soroti kesenjangan produksi susu untuk MBG

      Komisi VII DPR soroti kesenjangan produksi susu untuk MBG

      Kamis, 5 Februari 2026 22:10

      Bogor bersih dari "sampah visual" 63 billboard dibongkar

      Bogor bersih dari "sampah visual" 63 billboard dibongkar

      Rabu, 4 Februari 2026 15:46

      IPB peringkat 1 di Asia Tenggara!

      IPB peringkat 1 di Asia Tenggara!

      Rabu, 4 Februari 2026 10:10

Terpisah raga namun jiwa tetap Nusantara

Selasa, 24 Juni 2025 14:37 WIB

Terpisah raga namun jiwa tetap Nusantara

Syaf Ruddin (63) salah seorang Warga Negara Indonesia (WNI) yang sudah menetap dan mengadu nasib di Polandia selama 37 tahun di Polandia. (ANTARA/Muhammad Zulfikar)

Polandia (ANTARA) - "Karantau madang di hulu, di rumah paguno balun," adalah pepatah Minangkabau yang bermakna jika seseorang belum mampu memberikan manfaat di kampung halamannya, sebaiknya pergi merantau untuk belajar dan mencari pengalaman.

Pepatah tersebut  relevan jika disandingkan dengan sejumlah perantau Indonesia yang kini sedang mengadu nasib di banyak negara di dunia. Faktor tuntutan ekonomi, sosial, kebudayaan hingga alasan agama kerap menjadi alasan kuat bagi seseorang untuk menyeberang ke tanah yang sama sekali belum pernah ia injak.

Syaf Ruddin (63) merupakan orang  Indonesia yang sudah menetap dan mengadu nasib di Polandia selama 37 tahun. Bapak dua orang anak itu  bekerja sebagai staf di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) untuk Polandia.

Cerita perjuangan Syaf Ruddin puluhan tahun di jatung Eropa ia ungkapkan di sela-sela peresmian Bali Indah Cultural Park yang merupakan sebuah pusat kebudayaan Bali terbesar di Eropa tepatnya di Strzelinko, Kota Slupsk, Polandia oleh Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon.

Pusat kebudayaan Bali terbesar di Eropa tersebut memiliki luas tiga hektare dan mulai dibangun pada 2023. Peresmian Bali Indah Cultural Park sekaligus menandai hubungan diplomatik antara kedua negara yang sudah terjalin harmonis sejak 70 tahun.  

Syaf Ruddin bercerita bagaimana awalnya ia bisa sampai ke negara yang berada di Eropa Tengah tersebut. Peraduan nasib yang tak menentu di Provinsi Sumatera Barat tepatnya Kota Padang, memaksa ia harus rela meninggalkan tanah nenek moyangnya.

Lelaki yang lahir di Desa Batu Manjulur, Kecamatan Kupitan, Kabupaten Sijunjung ini tak pernah berpikir apalagi sampai bercita-cita merantau ke Eropa. Pada Desember 1987, ketika ia sedang bekerja di salah satu perusahaan di kawasan Teluk Bayur, Syaf Ruddin diperintahkan majikannya untuk menjemput seseorang ke bandara.

Sebagai supir, Syaf Ruddin tentu dengan sigap mengiyakan perintah sang atasan. Namun, pikirannya mulai berkecamuk ketika ia menyadari sosok yang bakal dijemput bukanlah orang biasa, melainkan diplomat yang pernah bertugas sebagai Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk Maroko dan Duta Besar Indonesia untuk Tunisia.

"Setelah mengetahui yang saya jemput Bapak Ambiar Tamala, saya cukup stres," kata Syaf Ruddin menyelami kenangan puluhan tahun silam.

Bukan tanpa alasan, ia begitu gelisah sebab kala itu tidak mampu berbahasa Inggris apalagi bahasa Arab. Dalam pikirannya, Ambiar Tamala yang dulunya bertugas di Maroko dan Tunisia itu akan berkomunikasi menggunakan salah satu dari kedua bahasa tersebut.

Dengan perasaan cemas dan khawatir yang saling berkecamuk di pikirannya, Syaf Ruddin akhirnya memberanikan diri untuk menjemput Ambiar Tamala ke bandara di Kota Padang. Namun saat bertemu, ia malah dikejutkan dengan ucapan sang diplomat.

"Wa'ang ruponyo yang manjampuik Ambo?" jika diterjemahkan ke Bahasa Indonesia, "Kamu yang menjemput saya rupanya?"

Sontak ucapan itu dalam sekejap menghapus segala kekhawatiran yang lalu lalang dalam benak Syaf Ruddin. Ia tidak menyangka sosok yang dijemput ternyata merupakan orang Minangkabau tulen. Ialah Ambiar Tamala, merupakan seorang diplomat kelahiran Talu sebuah desa di Kabupaten Pasaman Barat, Provinsi Sumatera Barat.

Ambiar Tamala adalah diplomat Indonesia yang menjabat sebagai sebagai Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk Maroko dan Duta Besar Indonesia untuk Tunisia. Ia juga tercatat sebagai Duta Besar Indonesia untuk Polandia yang kesembilan masa bakti 31 Agustus 1987 hingga 1991.

Dari pertemuan yang sangat berkesan itulah cerita Syaf Ruddin dimulai hingga kini ia telah berada 37 tahun di Polandia sebagai staf di KBRI untuk Polandia. Pertemuan singkat itu mengubah segalanya termasuk kehidupan Syaf Ruddin.
 

Terpaut hati

Syaf Ruddin pertama kali menginjakkan kaki di Polandia pada 12 Desember 1987. Keputusan besar itu ia ambil setelah menerima ajakan dari Ambiar Tamala untuk bekerja bersamanya di Polandia yang masa itu masih kuat dengan pengaruh komunis.

Di awal-awal, ia disodorkan kontrak kerja oleh Kementerian Luar Negeri per tiga tahun dan kembali diperbaharui jika berkinerja baik. Usai menyelesaikan tiga tahun pertama, Syaf Ruddin kembali menandatangani kerjasamanya.

Kali ini, perpanjangan kontrak kerja tidak hanya semata-mata tentang pekerjaan. Melainkan terdapat alasan kuat lain yang membuatnya memutuskan kembali bertahan di Polandia.

Rupanya, hati Syaf Ruddin terpaut dengan seorang perempuan Polandia bernama Katarzyna Machowiak yang kini menjadi istrinya. Pertemuan keduanya berawal saat Syaf Ruddin tampil bersama staf KBRI lainnya di Polandia.

Ketika itu, Syaf Ruddin menampilkan tari piring dan pencak silat. Hal itu sontak membuat Katarzyna terkagum akan kelihaian Syaf Ruddin. Di hari berikutnya, kedua sejoli itu kembali bertemu dan saling bertanya kabar.

"Dengan bahasa Polandia yang terbata-bata, saya memberanikan diri berbicara dengannya," kata dia mengenang.

Sejak pertemuan itu, keduanya saling jatuh cinta dan mulai membangun komitmen untuk berumah tangga. Setelah menikahi Katarzyna, Syaf Ruddin mengganti nama istrinya menjadi Katarzyna Ruddin dengan nama islamnya Fatimah Ruddin. Meskipun berada di lingkungan barat, Syaf Ruddin tidak melupakan asal usulnya.

Sebab, di hari pernikahannya Syaf Ruddin bersama sang istrinya kompak menggunakan pakaian adat Minangkabau. Ini menjadi sebuah tanda bahwa meskipun raga berada di negeri orang, namun kecintaan terhadap jati diri tidak akan dilupakan.

Syafruddin jadi Syaf Ruddin

Perjalanan hidup Syaf Ruddin tidak melulu tentang kebahagian, cinta dan kasih sayang. Ia sering mengalami pertikaian bahkan kerap dicap sebagai orang yang tidak memiliki bapak ketika masa-masa awal ia berada di Polandia.

Ia bercerita saat itu ia sering ditugasi untuk belanja ke Berlin, Jerman. Bahkan setidaknya kebiasaan itu berlangsung tiga kali dalam sebulan. Namun persoalan mulai muncul ketika ia menunjukkan identitas kepada petugas atau tentara perbatasan.

"Tentara perbatasan itu berkata kalau saya ini anak yang tidak punya bapak karena tidak ada nama keluarga di identitas saya selain Syafruddin," ujarnya.

Ucapan itu ia terima bukan sekali atau dua kali. Ia hampir terlibat adu fisik beberapa kali dengan orang yang menyebutnya anak yang tidak memiliki bapak karena namanya hanya satu suku kata yakni Syafruddin.

Bosan dengan pertikaian yang selalu ia temui terutama saat di perbatasan, Syaf Ruddin akhirnya kembali membuat keputusan besar. Ia mengubah namanya dari Syafruddin menjadi Syaf Ruddin saat memperpanjang paspor.

"Sekarang saya satu-satunya di Polandia yang menggunakan klan Ruddin," ucap dia.

Ketika ditanya kerinduannya terhadap Tanah Air, Syaf Ruddin tidak menampik akan hal itu. Hanya saja, untuk saat ini ia masih memilih untuk menetap di Polandia.

"Kalau rindu Indonesia tentu saja, tapi yang paling saya rindukan itu jengkol," ujarnya sembari tertawa.

Kisah perjuangan WNI di jantung Eropa tidak hanya tentang Syaf Ruddin. Ada juga Sri Intan, seorang perempuan asal Bali yang kini bekerja di sebuah sanggraloka di Strzelinko, Kota Slupsk, Polandia.

Sri Intan (31) mengatakan pandemi COVID-19 yang melanda dunia berujung pada perjuangannya ke Polandia. Pada 2020, ia terpaksa berhenti bekerja sebagai terapis karena pada saat itu penularan virus sangat masif.

Di saat bersamaan, ia harus menjadi tulang punggung keluarga termasuk membiayai sekolah adik-adiknya. Ia berinisiatif berselancar di dunia maya mencari lowongan kerja. Usahanya berbuah manis dan menemukan ada permintaan tenaga terapis di Polandia.

Intan menghubungi pihak agen serta mengajukan lamaran. Setelah melalui proses yang cukup lama terutama pengurusan visa, ia akhirnya diterima bekerja dan berangkat ke Polandia seorang diri tanpa didampingi seorang pun sanak keluarga.

Di masa awal kedatangannya di Polandia, Intan mengaku cukup sulit beradaptasi terhadap iklim terutama saat musim salju. Sebab, meskipun sudah bekerja di Malaysia, Sri Langka dan Maldive, ia belum pernah mendapati musim salju.

"Saya pernah merasakan minus sampai 12 dan itu sangat berat sekali," ujarnya.

Sri Intan (31) salah seorang Warga Negara Indonesia (WNI) asal Bali yang mengadu nasib di Polandia. Pandemi COVID-19 mengantarkannya berjuang menafkahi keluarga hingga tiba di jantung Eropa. ANTARA/Muhammad Zulfikar

Ketika itu, ia langsung jatuh sakit saat pertama kali menghadapi musim salju. Biasanya, ketika ia sakit atau kurang sehat, Intan memilih meracik obat-obatan khas Bali. Namun hal itu kini tidak bisa ia lakukan karena ketiadaan stok bahan herbal di negara itu.

Sebagai perantau, Intan mengaku nyaman bekerja di Polandia. Sebab, ia merasa masyarakat Polandia sangat ramah dan peduli terhadap orang yang sedang kesusahan.

Ia bercerita pernah suatu waktu dirinya membawa beban berat namun tiba-tiba dihampiri oleh seseorang yang tidak dikenal dan menawarkan untuk membantu membawa barang-barangnya.

Menurutnya, orang-orang di Polandia sangat menghargai kinerja seseorang. Keramahtamahan dan sikap menghargai atau mengapresiasi tersebutlah yang membuat Intan nyaman bekerja selama tiga setengah tahun di Polandia.

Sebagai perempuan Bali, Intan mengaku tetap menjaga dan memelihara tradisi masyarakat Bali di Eropa. Misalnya, mulai dari penggunaan pakaian khas Bali, makanan hingga secara rutin menjalankan rutinitas keagamaan.

"Di ini sudah ada pura yang baru selesai dibangun di Bali Indah Cultural Park tapi belum bisa digunakan. Untuk sementara, saya beribadah di kamar saja," ujarnya.
 

Tulang punggung

Sebagai anak sulung, Intan memiliki tanggung jawab yang besar terhadap keluarganya. Gaji atau pendapatan yang ia terima setiap bulan bisa dikatakan seluruhnya ia kirim ke keluarganya di Bali. Sementara untuk biaya hidup sehari-hari, ia menggunakan pemberian tip dari tamu.

Dalam sebulan, gaji pokok yang diterima Intan berkisar Rp8 hingga Rp9 juta. Namun, ia bisa mendapatkan lebih jika ditambahkan dengan tip dari tamu.

"Biasanya semua gaji yang saya terima itu saya kirim ke keluarga karena adik saya masih ada yang sekolah juga," ujarnya.

Selain berhasil membantu perekonomian keluarga, Intan juga berhasil mencarikan pekerjaan bagi adik perempuannya di Polandia. Ia berharap hal-hal yang telah dilakukan selama tiga tahun terakhir mampu memperbaiki ekonomi keluarga.

Menurutnya, keluarga terutama paman merupakan bagian terpenting selama ia mengadu nasib di perantauan. Di saat masih ada stigma kurang baik yang dilontarkan orang di kampung halaman tentang pekerjaannya, ia berusaha tegar dan ingin membuktikan anggapan itu salah.

"Beban kita itu hilang ketika keluarga mendukung kita," tuturnya.

Perjalanan hidup Syaf Ruddin dan Intan mengajarkan kita bersama bahwa sesuatu yang dicita-citakan harus terus diperjuangkan meskipun banyak terpaan badai yang silih berganti menerjang.

Tidak hanya itu, keduanya juga mengajari tentang cinta pada Tanah Air yang tiada batas di mana kecintaan itu tidak akan pernah hilang sedikitpun meski raga berada di negeri seberang.

Tidak hanya itu, dalam momentum 70 tahun hubungan diplomatik Indonesia dengan Polandia yang terjalin harmonis, keberadaan WNI di Polandia maupun warga Polandia di Indonesia semakin menegaskan bahwa keduanya memiliki keterikatan yang tidak dapat dipisahkan. Hubungan ini bukan sekadar tentang kepentingan politik, ekonomi atau kebudayaan tetapi juga mengandung nilai-nilai kebaikan.

Pewarta: Muhammad Zulfikar

Uploader : Naryo


COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Whatsapp
  • facebook
  • twitter
  • email
  • pinterest
  • print

Berita Terkait

FHUP pelajari perbandingan sistem hukum Indonesia dan Polandia

FHUP pelajari perbandingan sistem hukum Indonesia dan Polandia

8 November 2025 07:49

Polandia berduka cita atas wafatnya Dubes Anita Lidya Luhulima

Polandia berduka cita atas wafatnya Dubes Anita Lidya Luhulima

16 Februari 2025 17:57

Polandia resmikan promosi buah apel unggulan di Indonesia, optimistis bisa bersaing

Polandia resmikan promosi buah apel unggulan di Indonesia, optimistis bisa bersaing

6 Februari 2025 22:02

Punya pengalaman, Polandia siap bantu program makan bergizi gratis di Indonesia

Punya pengalaman, Polandia siap bantu program makan bergizi gratis di Indonesia

14 November 2024 05:12

Sri Mulyani: Polandia merupakan mitra sangat penting bagi Indonesia

Sri Mulyani: Polandia merupakan mitra sangat penting bagi Indonesia

11 November 2023 05:39

Kedubes Polandia di Jakarta peringati dimulainya Perang Dunia II dengan gelar diskusi

Kedubes Polandia di Jakarta peringati dimulainya Perang Dunia II dengan gelar diskusi

6 Oktober 2023 16:53

Dubes RI: Taman Mini Indonesia  yang sedang dibangun di Polandia akan jadi adikarya

Dubes RI: Taman Mini Indonesia yang sedang dibangun di Polandia akan jadi adikarya

7 Agustus 2023 16:19

KBRI Polandia promosikan pariwisata Indonesia kepada pengusaha

KBRI Polandia promosikan pariwisata Indonesia kepada pengusaha

24 September 2022 12:31

Terpopuler

Sidrap peringkat satu nasional capaian deteksi dini kanker serviks pada 2025

Sidrap peringkat satu nasional capaian deteksi dini kanker serviks pada 2025

Pramono minta RDF Rorotan hanya komisioning 750 ton sampah per hari hindari bau tak sedap

Pramono minta RDF Rorotan hanya komisioning 750 ton sampah per hari hindari bau tak sedap

Wamendikdasmen sebut Kota Bandung jadi percontohan program Jumat Bersih

Wamendikdasmen sebut Kota Bandung jadi percontohan program Jumat Bersih

Warga Sentul City desak Pemkab Bogor ambil alih pengelolaan PSU

Warga Sentul City desak Pemkab Bogor ambil alih pengelolaan PSU

Ini jadwal Indonesia vs Vietnam di perempat final Piala Asia Futsal 2026

Ini jadwal Indonesia vs Vietnam di perempat final Piala Asia Futsal 2026

Top News

  • Bupati komitmen lestarikan tradisi Perang Ketupat di Bangka Barat

    Bupati komitmen lestarikan tradisi Perang Ketupat di Bangka Barat

    25 menit lalu

  • Indonesia finalisasi RAN 2026--2029 kejar nol kematian dengue pada 2030

    Indonesia finalisasi RAN 2026--2029 kejar nol kematian dengue pada 2030

    32 menit lalu

  • Produksi barongsai dan liong di Bogor

    Produksi barongsai dan liong di Bogor

    34 menit lalu

  • BRIN kembangkan bauran alami guna mitigasi gelombang ekstrem di YIA

    BRIN kembangkan bauran alami guna mitigasi gelombang ekstrem di YIA

    36 menit lalu

  • PSSI terima denda AFC soal futsal

    PSSI terima denda AFC soal futsal

    39 menit lalu

Antara News bogor
megapolitan.antaranews.com
Copyright © 2026
  • Top News
  • Terkini
  • RSS
  • Twitter
  • Facebook
  • Kabar Daerah
  • Ekonomi
  • Iptek
  • Artikel
  • Lingkungan Hidup
  • Wisata
  • Internasional
  • Olahraga
  • Ketentuan Penggunaan
  • Tentang Kami
  • Pedoman
  • Kebijakan Privasi
  • BrandA
  • ANTARA Foto
  • Korporat
  • PPID
  • www.antaranews.com
  • Antara Foto
  • IMQ
  • Asianet
  • OANA