Kota Bogor (ANTARA) - Pemerintah Kota Bogor di Jawa Barat mengatakan membutuhkan kolaborasi ekosistem kepariwisataan untuk dapat mengembangkan sektor pariwisata.
Pengembangan pariwisata di Kota Bogor, menurut informasi Diskominfo Kota Bogor, Senin, tak bisa dilakukan oleh pemerintah saja, melainkan perlu kolaborasi dengan ekosistem kepariwisataan yakni para pelaku usaha perhotelan, kuliner, ajang, destinasi, bahkan para pemengaruh (influencers) di berbagai platform digital.
Informasi Diskominfo itu menyebutkan bahwa bagi Pemerintah Kota Bogor, dalam memajukan sektor wisata, tidak mungkin bisa dilaksanakan oleh pemerintah saja.
Untuk itu, Pemerintah Kota Bogor berkomitmen memberikan apresiasi kepada eksosistem kepariwisataan di Kota Bogor yang dinilai melakukan kontribusi dalam pengembangan pariwisata daerah, termasuk melalui inovasi dan kreativitas terbaik.
Baca juga: Komisi VII DPR RI tinjau Prasasti Batutulis dan dorong penguatan desa wisata di Bogor
Hal itu diwujudkan oleh Pemerintah Kota Bogor dengan memberikan penghargaan kepada sejumlah ekosistem kepariwisataan di Kota Bogor.
Wali Kota Bogor Dedie A Rachim akhir pekan lalu memberikan piagam penghargaan dan uang pembinaan masing-masing sebesar Rp10 juta kepada pengelola hotel dan resort terbaik (Aston Bogor), restoran/rumah makan terbaik (Bumi Aki), daya tarik destinasi wisata terbaik (The Jungle Waterpark Bogor), event terbaik (Festival Merah Putih), dan kampung wisata inovatif (Saung Eling).
Penghargaan dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Pemerintah Kota Bogor sebagai bentuk apresiasi atas pengembangan pariwisata di Kota Bogor.
Penghargaan berdasarkan tahapan seleksi dari Kedeputian Bidang Industri dan Investasi Kementerian Pariwisata, Disparbud Jawa Barat, dan Politeknik NHI Bandung, dengan sejumlah kriteria terkait legalitas, pelayanan, kontribusi para pelaku terbaik terhadap pengembangan pariwisata daerah, serta bagaimana keberlanjutan ke depan dalam membangun dan mendukung promosi pariwisata di Kota Bogor melalui inovasi dan kreativitas.
Baca juga: Ribuan siswa SD dan SMP ikut Wisata Perjuangan di Museum PETA Bogor
Dedie Rachim mengatakan, keberadaan para pelaku usaha di bidang kepariwisataan serta berbagai ekosistem pendukung pariwisata di Kota Bogor memiliki peran besar dalam memajukan sektor wisata.
"Tidak mungkin bisa ditanggulangi atau dilaksanakan oleh pemerintah saja. Jadi, inilah saatnya memberikan perhatian dan apresiasi kepada para pelaku usaha di bidang kepariwisataan, perhotelan, kuliner, event, destinasi. Mudah-mudahan ini menyemangati mereka untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan," ujarnya.
Kota Bogor, katanya, tidak boleh hanya bergantung pada kegiatan MICE (Meetings, Incentives, Conferences, dan Exhibitions) yang berasal dari Kementerian/Lembaga ataupun instansi di tingkat pusat.
Oleh karena itu, menurut Wali Kota, perlu ada kolaborasi dalam menguatkan identitas Kota Bogor sebagai kota wisata dan meningkatkan daya tarik kunjungan.
Baca juga: Sebanyak 6,3 juta wisatawan ke Kota Bogor sepanjang 2024
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Bogor Firdaus berharap promosi pariwisata dapat terus meningkat dan berkembang, serta menambah tingkat kunjungan wisata ke Kota Bogor.
Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Bogor dari sektor pariwisata sangat signifikan, mencapai hampir Rp328,8 miliar pada tahun 2023, terutama dari pajak hotel, restoran, kafe, dan pertunjukan, menjadikannya andalan utama PAD Kota Bogor bersama sektor ekonomi kreatif.
Realisasi kunjungan wisatawan ke Kota Bogor tahun ini juga mendekati target sebanyak delapan juta kunjungan wisatawan.
