Mataram (ANTARA) - Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat menyusun rencana strategis untuk memajukan sektor wisata melalui pengembangan 10 kawasan pariwisata terintegrasi.
Kepala Bappeda NTB Iswandi menuturkan bahwa pemerintah daerah memperkuat pariwisata dari segi konektivitas dan infrastruktur agar menjadi terintegrasi antara satu destinasi dengan destinasi lain.
"Dalam lima tahun ke depan ini pembangunan kepariwisataan diarahkan untuk mengembangkan destinasi secara terintegrasi," ujarnya saat ditemui di Kantor Gubernur NTB, Senin.
Iswandi mengungkapkan beberapa kawasan destinasi pariwisata terintegrasi berupa konektivitas Gili Matra di Lombok Utara sampai Sekotong di Lombok Barat, kemudian berbagai destinasi sekitar Mandalika di Lombok Tengah hingga ke Kabupaten Sumbawa Barat.
Di tengah Pulau Lombok dikembangkan pariwisata Geopark Rinjani, lalu destinasi yang saling terhubung mulai dari Samota hingga Sape di Pulau Sumbawa.
Dia menerangkan bahwa pemerintah daerah menaruh perhatian serius terhadap pengembangan pariwisata untuk budaya.
Sepanjang tahun 2024, Dinas Pariwisata NTB mencatat jumlah kunjungan wisatawan ke Nusa Tenggara Barat sebanyak 3,65 juta orang dengan rincian 3,22 juta wisatawan domestik dan 431.532 wisatawan mancanegara.
Baca juga: Wisata pendakian Gunung Rinjani 2025 dibuka
Baca juga: Kehadiran 117 agen perjalanan wisata upaya perkuat promosi pariwisata Mandalika