Semarang (ANTARA) - Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti melepas keberangkatan tujuh bus yang akan digunakan untuk armada program mudik gratis bagi warga Kota Atlas yang berada di perantauan pada Lebaran 2025.
"Dari sini (Pemerintah Kota Semarang) ada tujuh armada. Harusnya nanti (bergabung dengan daerah lain) jadi sepertinya 22 armada," katanya, saat pelepasan armada program mudik gratis, di Balai Kota Semarang, Selasa.
Tujuh bus dari Pemkot Semarang nantinya akan berangkat menuju Jakarta menjemput warga Kota Semarang yang selama ini bekerja di sektor informal untuk mudik gratis ke kampung halamannya.
Ia mengatakan bahwa layanan mudik gratis itu didanai Pemkot Semarang melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) sehingga bisa menekan biaya perjalanan pribadi warga yang kurang mampu.
"Ada anggaran dari Dinas Perhubungan. Anggaran sudah ada murni dari APBD. Ini kami lakukan untuk mempertemukan warga kita yang mungkin tidak mampu membayar ongkos untuk mudik ini dengan keluarganya. Kedua, mengurangi resiko kecelakaan," terang dia.
Ada beberapa kriteria penerima manfaat mudik dan balik gratis, di antaranya pekerja pabrik, pedagang kaki lima (PKL), pembantu rumah tangga, dan tukang ojek.
Baca juga: Andre Rosiade kembali berangkatkan 7.500 pemudik gratis gunakan 150 bus tujuan Sumbar
Baca juga: Kapal cepat mudik gratis Situbondo-Madura terakhir angkut 355 orang pada Senin