Makassar (ANTARA) - "Satu,,,Dua,,, Tiga,,," suara lantang keluar dari mulut Gubernur Sulawesi Selatan saat melepas resmi para pemudik dalam program Mudik Gratis Bersama Andalan Hati yang dipusatkan di Lapangan Rumah Jabatan Gubernur Sulawesi Selatan pada 24 Maret 2025.
Dari balik jendela bus, raut bahagia tampak jelas terpancar dari wajah-wajah para pemudik yang memanfaatkan program andalan Gubernur Sulsel itu, menunjukkan bahwa program ini begitu berarti bagi mereka yang sangat ingin berkumpul bersama keluarga di kampung halaman masing-masing.
Lambaian tangan ratusan pemudik yang dibalas tepukan tangan dan lambaian dari Gubernur Sulsel bersama para Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (forkopimda) saat melintas di titik start pemberangkatan, membuat suasana pelepasan resmi peserta mudik tambah meriah bercampur haru.
Apalagi program ini tidak hanya menyediakan mudik gratis, tapi juga memberikan bingkisan paket sembako kepada ratusan pemudik yang berisi mie instan, minyak goreng, gula, biskuit, dan sirup yang tentu dibutuhkan untuk merayakan Hari Raya Idul Fitri 1446 Hijriah/2025 Masehi.
Agus Salim, salah seorang pemudik asal Malili, Kabupaten Luwu Timur mengaku bersyukur dan bahagia dengan program mudik gratis yang dilaksanakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Selatan.
"Apalagi kami bersama keluarga juga diberikan bingkisan spesial untuk keperluan saat lebaran," katanya.
Agus berharap program andalan Pemprov Sulsel ini terus dipertahankan pada tahun-tahun berikutnya karena sangat membantu masyarakat, apalagi dalam kondisi perekonomian yang masih sulit.
Hal senada diungkapkan Ibu Nuralam yang ikut mudik gratis bersama empat orang anaknya ke Kota Palopo, Sulawesi Selatan. Berkat program mudik gratis ini, dia bisa memanfaatkan uang yang harusnya digunakan membeli tiket mudik untuk membeli keperluan lain saat hari raya.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Selatan (Sulsel) pada program Mudik Gratis Bersama Andalan 2025 ini menyediakan 16 bus untuk mengangkut sebanyak 580 orang ke beberapa daerah tujuan.
Dari 580 peserta, pemudik terbanyak dari Makassar ke Malili Luwu Timur yang berjumlah 240 orang.
Kemudian ada 160 penumpang dari Makassar ke Palopo, 60 penumpang ke arah Bone, 40 penumpang ke Kabupaten Sinjai, dan 80 pemudik ke Bulukumba, termasuk 30 orang lainnya yang akan menyeberang dari Bira ke Selayar menggunakan kapal fery.
Selain program Pemda tersebut, PT Pelindo Jasa Maritim (SPJM) melalui program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) juga kembali mengadakan program Mudik Gratis BUMN 2025 menjelang Hari Idul Fitri 1446 Hijriah.
Pendaftaran Mudik Gratis SPJM bersama seluruh entitas Pelindo Grup yang berpartisipasi dapat diakses melalui di website https://simudipelindo.co.id.
Total pemudik yang telah mendaftarkan di tahap pra registrasi ini untuk seluruh Pelindo grup sudah mencapai lebih dari 6.730 orang dari target 3.800 orang.
Komitmen
Suasana semrawut masyarakat yang ingin mudik saat berada di bandara, terminal, ataupun pelabuhan pada setiap menjelang lebaran telah menjadi tontonan yang sering terlihat baik secara langsung ataupun lewat media.
Penumpang yang tidak teratur, sikap pemudik yang sebagian tidak sabar dalam antrian hingga teror dari para calo yang ingin memanfaatkan keramaian dengan menawarkan tiket yang jauh lebih tinggi dari harga normal semakin memperkeruh suasana.
Begitu pula dari kesiapan infrastruktur dan fasilitas umum di terminal ataupun pelabuhan seperti toilet, tempat tunggu dan sebagainya, juga sering membuat pemudik naik darah karena tidak sesuai yang diharapkan.
Transportasi udara menjadi pilihan utama masyarakat Sulsel. Bandara Sultan Hasanuddin Makassar pada mudik tahun ini diprediksi memberangkatkan 1,6 juta penumpang dan akan ada 959 ribu penumpang yang tiba di Bandara ini selama arus mudik.
Jalur laut menjadi pilihan terbesar kedua para pemudik. Sebanyak 238 ribu penumpang diperkirakan berangkat dari pelabuhan Makassar New Port dan 588 ribu penumpang diprediksi berangkat menuju pelabuhan tersebut sehingga harus menjadi perhatian.
Dengan lonjakan penumpang tersebut, tentu pelayanan di Bandara dan pelabuhan akan jauh lebih sibuk dibanding hari-hari biasa, dan para pemudik pun harus menyiapkan diri untuk menghadapi situasi dan kondisi yang melelahkan.
Sementara itu, bagi pemudik pengguna angkutan darat seperti bus dan sejenisnya, juga harus siap kembali mendapatkan ujian dari ancaman kondisi jalan rusak yang justru membuat perjalanan semakin lama untuk sampai daerah tujuan.
Satu hal lagi yang harus diingat yakni kondisi cuaca di Sulawesi Selatan jelang musim mudik 2025 terbilang ekstrem dan hal itu sudah diperingatkan sejak awal oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Mengantisipasi kondisi yang terjadi, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Selatan, pemerintah kabupaten dan kota bersama pimpinan Forkopimda Sulsel telah menyiapkan langkah-langkah strategis untuk mewujudkan stabilitas keamanan, ketahanan pangan, stabilitas harga, dan kelancaran arus mudik menjelang Hari Raya Idul Fitri 1446 H/2025 M.
Gubernur Sulsel, Wakil Gubernur Sulsel, Pangdam XIV Hasanuddin, Pangkoopsud II, Kepala BIN Sulsel, Wakapolda Sulsel, Wadantamal VI, perwakilan Kejati Sulsel, Kanwil BPN Sulsel, BBWS Pompengan Jeneberang, BBPJN Sulsel, serta para bupati/wali kota se-Sulsel, semuanya satu kata, memberikan mudik terbaik bagi masyarakat.
Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman mengatakan telah menyiapkan antisipasi guna menghadirkan mudik yang nyaman bagi masyarakat. Langkah-langkahnya dimulai dari pemeriksaan atau cek fisik kendaraan pemudik dan kondisi pengemudi, perbaikan jalan khususnya yang akan dilalui kendaraan pemudik.
Pemprov Sulsel mendata masih ada 1.400 lubang yang harus ditutup secepatnya atau paling tidak sebelum puncak mudik di Sulsel yang diprediksi terjadi pada 28 Maret 2025. Untuk upaya perbaikan infrastruktur ini sejak awal dikoordinasikan dengan Kementerian Perhubungan dan Balai Jalan Nasional.
Pemprov Sulsel bersama para stakeholder juga sepakat mendirikan posko-posko lebaran di berbagai ruas sebagai langkah taktis dalam mewujudkan stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat. Khusus Makassar, Dishub bersama Polrestabes membangun 12 pos pengamanan lebaran. Dishub Makassar menurunkan 78 personel untuk mengisi pos yang ada.
Begitupun dengan penunjukan Rumah Sakit dan penyediaan ambulans di berbagai titik atau posko lebaran untuk memberikan layanan kepada pemudik yang membutuhkan pertolongan medis yang cepat.
Dinas Perhubungan (Dishub) Sulawesi Selatan telah memetakan potensi titik kemacetan parah pada puncak mudik Lebaran 1446 H/2025 M. Potensi kemacetan tertinggi diprediksi terjadi di jalur Utara yakni mulai dari Makassar hingga Parepare.
Untuk jalur Utara yang menjadi titik rawan kemacetan berada di daerah Jalan Perintis Kemerdekaan Makassar, sebab ruas tersebut sudah tercampur dengan moda transportasi dari jalur lokal, dan titik pertemuannya itu di simpang lima Bandara Sultan Hasanuddin.
Sementara itu puncak kemacetan kedua seperti yang sering terjadi yakni di Kabupaten Maros atau tepatnya di lampu merah pertemuan dari arah Bone dan Parepare. lebih," kata Kepala Dishub Sulsel Erwin Terwo.
Muhammaf Fadli, salah seorang pemudik mengatakan sudah mengagendakan perjalanan ke Polewali Mandar, Sulawesi Barat pada 28 Maret 2025. Dirinya mengaku tidak khawatir dalam perjalanan mengingat kondisi jalan Trans Sulawesi yang telah diperbaiki selama kepemimpinan Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman.
"Untuk titik kemacetan hanya terfokus di simpang lima Bandara Hasanuddin dan lampu merah Maros ke arah Kabupaten Bone. Setelahnya tidak ada lagi yang signifikan. Semoga cuaca juga mendukung agar perjalanan bisa lancar dan aman," ujarnya.
Fadil yakin perjalanan mudik kali ini akan lebih lancar dibanding tahun-tahun sebelumnya.
Keyakinan para pemudik seperti Fadil tak terlepas dari langkah-langkah strategis yang telah dipersiapkan para pemangku kepentingan di daerah Sulsel dalam mengantisipasi musim mudik. Tengu saja komitmen dan kolaborasi harus terus ditingkatkan agar masyarakat merasakan kenyamanan hingga bertemu sanak keluarga di kampung halaman.