Jakarta (ANTARA) - Ketua Umum Asosiasi Pemasok Energi, Mineral, dan Batu bara Indonesia (Aspebindo) Anggawira menyampaikan bahwa hilirisasi baja dapat memperkuat kemandirian industri nasional dan mengurangi ketergantungan pada impor.
“Hilirisasi baja yang mencakup pengolahan dan peningkatan nilai tambah produk baja di dalam negeri, dapat memperkuat kemandirian industri nasional dan mengurangi ketergantungan pada impor,” ucap Anggawira ketika dihubungi Antara dari Jakarta, Senin.
Anggawira menyampaikan bahwa industri baja memiliki peran krusial dalam pembangunan infrastruktur dan sektor-sektor strategis lainnya di Indonesia.
Salah satu sektor industri yang ia soroti adalah sektor konstruksi. Anggawira memperkirakan dalam membangun sebuah perumahan saja, Indonesia membutuhkan sekitar 30–40 persen baja.
Menurut dia bahwa industri baja berperan penting dalam penyediaan bahan baku konstruksi, terlebih terkait dengan program tiga juta rumah yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto.
Terlebih, Indonesia kini sedang membangun Ibu Kota Nusantara di Kalimantan Timur. Ia meyakini potensi yang dimiliki oleh hilirisasi industri baja dapat memberi kebermanfaatan bagi Indonesia.
Baca juga: Produsen baja siap pasok baja tanpa karbon untuk Eropa
Baca juga: Garuda Yamato Steel luncurkan baja tahan gempa PLUS