Manado (ANTARA) - Akademisi Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado Joy Tulung mengatakan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) akan mampu memberikan peluang bagi Indonesia untuk menjadi ekonomi yang kuat.
"Jika langkah-langkah yang diambil pemerintah melalui BPI Danantara berjalan efektif, maka peluang Indonesia untuk menjadi pusat ekonomi yang lebih kuat di kawasan dan global akan semakin besar," kata Joy, di Manado, Sabtu.
Dia mengatakan peluncuran BPI Danantara oleh Presiden Prabowo Subianto menjadi langkah strategis untuk meningkatkan daya tarik investasi Indonesia di mata dunia.
Ada beberapa faktor yang membuat peluang Indonesia semakin dilirik oleh investor global, yakni yang pertama, peningkatan kepercayaan investor internasional, dengan pembentukan BPI Danantara, Indonesia menunjukkan komitmennya dalam mengelola investasi dengan lebih profesional dan transparan.
Baca juga: Ekonom : Transparansi penting untuk perkuat daya saing Danantara
Joy yang juga sebagai Ketua ISEI Manado mengatakan hal ini dapat meningkatkan kepercayaan investor asing, terutama dalam sektor-sektor strategis seperti infrastruktur, teknologi, energi hijau, dan manufaktur.
Kedua, katanya, Indonesia memiliki stabilitas politik yang relatif baik dibandingkan beberapa negara berkembang lainnya. Selain itu, pertumbuhan ekonomi yang terus meningkat rata-rata di atas 5 persen sebelum pandemi, membuat negara ini semakin menarik bagi investasi asing.
Ketiga, bonus demografi dan tenaga kerja produktif, Indonesia memiliki populasi muda yang besar, yang menjadi aset berharga bagi industri dan investasi jangka panjang.
Dengan sumber daya manusia yang terus berkembang, banyak perusahaan global tertarik untuk membuka pabrik dan kantor di Indonesia.
Keempat, kata Wakil Dekan 3 Bidang Kemahasiswaan dan Alumni FEB Uunsrat, hilirisasi dan ketahanan ekonomi, pemerintah terus mendorong hilirisasi industri, terutama di sektor nikel, bauksit, dan tembaga, yang menjadikan Indonesia sebagai pusat produksi baterai kendaraan listrik dunia. Langkah ini membuat Indonesia semakin penting dalam rantai pasok global.
Baca juga: Hipmi berharap Danantara kelola aset negara profesional
Kelima, yakni keberlanjutan dan investasi hijau, dengan tren global yang mengarah pada energi hijau dan keberlanjutan, Indonesia memiliki keunggulan dalam sumber daya alam untuk energi terbarukan, seperti panas bumi, tenaga surya, dan biomassa.
Jika dikelola dengan baik, katanya, sektor ini bisa menarik investasi besar dari negara-negara maju.
Terakhir keenam, penguatan infrastruktur dan konektivitas, proyek infrastruktur besar seperti Ibu Kota Nusantara (IKN), jalan tol, pelabuhan, dan rel kereta api membuat Indonesia semakin menarik bagi investor.
"Infrastruktur yang baik menjadi faktor penting bagi pertumbuhan ekonomi yang lebih cepat," katanya.
Baca juga: Danantara dan era baru industri investasi
Walau demikian, meskipun peluangnya besar ada beberapa tantangan yang harus diatasi agar Indonesia semakin menarik di mata investor global, seperti birokrasi dan regulasi yang kompleks masih menjadi hambatan dalam investasi.
Ketimpangan pembangunan antara daerah perkotaan dan pedesaan, dan terakhir Persaingan dengan negara-negara ASEAN lain, seperti Vietnam dan Thailand, yang juga gencar menarik investasi.
Presiden Prabowo Subianto mengatakan bahwa peluncuran Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) akan dilakukan pada Senin, 24 Februari mendatang.