Jakarta (ANTARA) - PT Telkom Indonesia Tbk menyiapkan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) yang tepat sebagai upaya untuk mendukung program prioritas Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara).
“Dari sisi kesiapan, saat ini kami akan terus berusaha meng-improve yang kami miliki sekarang. Kalau yang diharapkan cukup nyambung dengan apa yang dipaparkan di sini (acara ini), kami sangat siap,” ujar Direktur Digital Business Telkom Muhamad Fajrin Rasyid dalam Business Update TelkomGroup di Jakarta, Rabu.
Apabila yang dibutuhkan untuk program prioritas Danantara nantinya terkait pembuatan chip, maka pihaknya membutuhkan waktu untuk melakukan riset terlebih dahulu karena perseroan belum fokus ke sektor tersebut.
“Kalau yang diharapkan misalnya “ayo kita bikin chip”, terus terang ini dibutuhkan riset lebih dalam soal ini, karena memang selama ini kami belum menyentuh sampai sana. Kami baru menyentuh level infrastruktur dan lain- lain,” ujar Fajrin.
Spektrum teknologi AI sangatlah luas, yang bisa meliputi infrastruktur, chip semiconductor, infrastruktur data center, platform AI hingga aplikasi AI, yang mana masing masing memiliki karakteristik.
“Kalau berbicara soal infrastruktur, memang modal atau investasinya sangat besar, triliunan seperti itu. Kalau bicara soal aplikasi bisa lebih kecil, di level puluhan atau ratusan miliar tergantung kompleksitas,” ujar Fajrin..
Dalam kesempatan ini, pihaknya sangat mendukung seiring dengan pembangunan pusat data dan pembangunan kecerdasan buatan (AI) menjadi salah satu program prioritas dari Danantara.
Baca juga: "Danantara effect", transformasi atau mimpi ekonomi megaholding BUMN
Baca juga: Semua BUMN gabung Danantara pada Maret 2025