Kabupaten Bekasi (ANTARA) - Pembangunan sektor pertanian secara berkelanjutan menjadi skala prioritas di wilayah ujung timur Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, yakni Kecamatan Pebayuran, mengingat mayoritas warganya masih menggantungkan hidup dari aktivitas bertani.
Camat Pebayuran Hasyim Adnan Adha menjelaskan bahwa Kecamatan Pebayuran merupakan wilayah terbesar kedua di Kabupaten Bekasi setelah Muaragembong, dengan luas wilayah mencapai 96,34 kilometer persegi.
"Sebagai wilayah yang mayoritas penduduknya menggantungkan hidup dari sektor pertanian, pembangunan infrastruktur pertanian menjadi salah satu fokus utama dalam usulan musrenbang tahun ini," katanya, di Kabupaten Bekasi, Jumat.
Baca juga: Dinas Pertanian Bekasi mitigasi cegah dampak hujan genangi areal persawahan
Ia menjelaskan berdasarkan hasil musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbang) tahun ini, ada 282 usulan program pembangunan yang ditetapkan, mencakup berbagai sektor kebutuhan masyarakat.
Sejumlah usulan dimaksud mencakup pembangunan saluran drainase, normalisasi saluran irigasi sekunder dan tersier serta berbagai proyek pembangunan lain.
"Namun, secara keseluruhan, mayoritas usulan berkaitan dengan pembangunan infrastruktur di sektor pertanian," katanya pula.
Dia menyebutkan dari total 282 usulan yang telah diajukan, sebanyak 126 usulan masuk dalam kategori prioritas sementara 156 usulan lain bersifat non-prioritas.
"Salah satu program prioritas adalah pembangunan saluran irigasi sekunder yang dinilai sangat penting untuk mendukung produktivitas pertanian di wilayah ini," katanya lagi.
Baca juga: Bekasi normalisasi sungai dan irigasi untuk swasembada pangan
Selain pertanian, Musrenbang Pebayuran juga mengajukan beragam usulan pembangunan sektor lain seperti pendidikan, kesehatan dan infrastruktur jalan mencakup pembangunan sarana pendidikan dan kesehatan, perbaikan jalan utama dan jalan lingkungan, pembangunan aula serbaguna serta program pemberdayaan masyarakat.
Seluruh usulan ini telah dimasukkan ke dalam Sistem Informasi Pembangunan Daerah (SIPD) untuk mempermudah proses perencanaan dan pelaksanaan. Hasyim berharap sebagian besar usulan yang diajukan dapat terealisasi pada tahun 2026.
"Kami berharap usulan yang diajukan dapat terealisasi minimal 80 persen pada tahun 2026, mengingat banyak dari usulan tersebut yang sudah diajukan setiap tahun namun belum terlaksana," kata dia pula.
Musrenbang merupakan langkah awal menentukan arah kebijakan pembangunan daerah dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat dan pemerintah. Melalui forum ini diharapkan program-program yang direncanakan dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat secara keseluruhan.
Baca juga: Pemkab Bekasi tak terima DAK pertanian terkendala LP2B
"Berbagai usulan yang telah ditetapkan ini menjadi cerminan kebutuhan nyata masyarakat di lapangan. Terutama sektor pertanian yang menjadi tulang punggung perekonomian Kecamatan Pebayuran, peningkatan infrastruktur seperti irigasi dan drainase akan sangat berkontribusi pada peningkatan hasil panen serta kesejahteraan petani," katanya.
"Dengan sinergi antara pemerintah daerah dan masyarakat, semoga rencana pembangunan ini dapat berjalan sesuai harapan sekaligus membawa perubahan nyata bagi Kecamatan Pebayuran di tahun-tahun mendatang," ujar dia lagi.