Banjarmasin (ANTARA) - Gubernur Kalimantan Selatan Muhidin pada 12 Februari 2025 meluncurkan Kapal Wisata Pinisi atau Kapal Layar Motor Wisata Pinisi di Sungai Barito, di Pelabuhan Bandarmasih, Trisakti, Kota Banjarmasin.
Kapal tersebut didatangkan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Provinsi Kalsel, PT Ambang Barito Nusapersada (Ambapers) dari Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan hasil kerja sama dengan Yayasan Pinisi Pusaka Indonesia.
Gubernur menyampaikan apresiasi dan berharap kapal tersebut bukan sekadar menjadi daya tarik baru di Kalsel, tapi juga sebagai pembuktian bahwa potensi wisata bahari di Sungai Barito bisa terus dikembangkan secara kreatif dan berkelanjutan.
Kapal Pinisi ini akan menyuguhkan pengalaman unik bagi masyarakat lokal, wisatawan nusantara maupun luar negeri, dari sudut yang berbeda.
Dia pun berharap inovasi PT Ambapers ini menjadi inspirasi pihak lain, dalam hal membuka peluang usaha baru bagi masyarakat dan meningkatkan perekonomian di Kalsel.
Direktur Utama PT Ambapers Zulfadli Gazali menyebutkan, sebelum kerjasama mendatangkan kapal ini, telah dilakukan kajian untuk menggali potensi DAS Barito pada 26 Jan 2024 di Banjarmasin.
Dari kajian itu, ujar dia, diketahui ada peluang pengembangan usaha untuk meningkatkan pemanfaatan DAS Barito ini, yakni sebagai alur logistik dapat dimaksimalkan dengan menghubungi transportasi ke wilayah IKN di Kaltim, dan pengembangan destinasi wisata di sepanjang DAS Barito.
Zulfadli berharap partisipasi bersama pemerintah provinsi dalam pengembangan pariwisata dengan Kapal Layar Wisata Pinisi yang didatangkan dari Makassar ini mampu meningkatkan minat masyarakat Kalsel terhadap wisata bahari.
Dia menyebutkan, Kapal Layar Wisata Pinisi yang mampu memuat 40 penumpang beroperasi dengan dua rute reguler, yakni rute pendek dimulai dari Basirih-Banjar Raya dan Pulau Kembang sekitar dua jam perjalanan dilengkapi konsumsi bagi penumpang.
Untuk rute kedua berawal dari Banjar Raya berkeliling di Pulau Kembang dan menikmati sunset sekitar dua jam dengan fasilitas konsumsi dan hiburan.
Ketua DPRD Kalimantan Selatan Supian HK mengharapkan, kehadiran Kapal Wisata Pinisi "Barito River Cruise" bisa menambah pendapatan asli daerah (PAD) provinsi.
Sebagai wakil rakyat, Supian HK menyambut baik dan mengapresiasi PT Ambapers yang meluncurkan Kapal Wisata Pinisi Barito River Cruise.
baca juga: https://kalsel.antaranews.com/berita/451957/kehadiran-kapal-wisata-pinisi-diharapkan-bisa-menambah-pad-kalsel
Politikus senior Partai Golkar yang juga Anggota DPRD Kalsel tiga periode itu berharap dengan hadirnya Kalsel Wisata Pinisi Barito River Cruise makin menarik minat masyarakat untuk wisata bahari akan semakin tinggi dan bisa menambah PAD provinsi setempat.
“Alhamdulillah, dengan peluncuran kapal wisata pinisi mengingat adanya budaya lokal. Pinisi ini kan hampir tergilas zaman, mari kita lestarikan kembali. Semoga ini bermanfaat dan dapat menambah PAD kita.” ujar wakil rakyat asal daerah pemilihan Kalsel V/Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Balangan dan Kabupaten Tabalong itu.
Dengan adanya Kapal Wisata Pinisi Barito River Cruise ini dapat menambah pengalaman unik bagi wisata untuk menikmati Kalsel dengan sudut pandang yang berbeda.
"Kita harapkan wisata sungai di Kalsel dapat dikenal di kancah nasional dan juga internasional," ucap Supian HK.
PT Ambapers mendatangkan Kapal Layar Motor Pinisi Pusaka Indonesia dari Makassar, Sulsel, untuk mendukung pengembangan destinasi wisata.
Direktur Utama PT Ambapers Zulfadli Gazali di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin menyebutkan kapal wisata ini mampu menampung sebanyak 40 penumpang.
Kapal wisata tersebut menawarkan berbagai rute perjalanan wisata mulai dari Pulau Kembang, Kubah Basirih, pemancingan, hingga ke Aluh-Aluh.
Zulfadli menjelaskan rute akan disiapkan dengan sebaik mungkin dengan tarif berbayar menyesuaikan jarak tempuh, namun untuk tarif masih dalam pembahasan oleh pihaknya.
Sambil berwisata, nantinya masyarakat dapat menikmati berbagai destinasi wisata dengan fasilitas di dalam kapal wisata yang cukup lengkap, seperti peralatan dan keamanan, ruang dengan kursi dan meja, makanan dan minuman, hiburan dan fasilitas lainnya.
Selain itu, kapal wisata ini juga dapat dipesan untuk kegiatan khusus sambil berwisata, seperti rapat kerja lembaga atau organisasi, kegiatan khusus dan aktivitas umum lainnya.
Sementara itu, Nakhoda KLM Pinisi Pusaka Indonesia Irdan mengatakan kapal tersebut tiba di Banjarmasin dari Makassar setelah sekitar empat hari lima malam perjalanan karena harus beristirahat dan sandar selama diperjalanan sekitar 2 hari.
Kapal ini berbahan bakar solar dengan pelayaran biasa mampu melaju dengan kecepatan 6 knot, dan jika dibantu layar dan angin maka dapat menempuh perjalanan dengan kecepatan hingga 10 knot.
baca juga: https://www.antaranews.com/berita/4574342/bumd-kalsel-datangkan-kapal-pinisi-kembangkan-destinasi-wisata-lokal