Minggu, 22 Oktober 2017

Google Pulihkan Penamaan Jalan Dewi Sartika Bekasi

id nama jalan, perubahan nama Jalan, Jalan Dewi Sartika, Jalan Dewi Persik, Google Map, pengguna aplikasi, Eko Prasetyo, Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi
Google Pulihkan Penamaan Jalan Dewi Sartika Bekasi
Ilustrasi - Perubahan nama jalan di google maps. (Ist).
Hari ini saya lihat di aplikasi peta Google namanya sudah kembali menjadi nama Dewi Sartika. Google telah memperbaiki kesalahan itu.
Bekasi (Antara Megapolitan) - Google Inc selaku operator Google Map telah menyelesaikan polemik di tengah masyarakat Kota Bekasi, Jawa Barat, terkait dengan perubahan nama Jalan Dewi Sartika menjadi Jalan Dewi Persik.

"Hari ini saya lihat di aplikasi peta Google namanya sudah kembali menjadi nama Dewi Sartika. Google telah memperbaiki kesalahan itu," kata orang pertama yang yang memberi kabar seputar perubahan nama Jalan Dewi Sartika, Eko Prasetyo, di Bekasi, Jumat.

Menurut dia, Google selaku operator sudah sepatutnya bertanggung jawab memperbaiki kesalahan nama jalan di Kota Bekasi yang selama beberapa pekan terakhir dianggap merugikan pengguna aplikasi.

Ia juga mengapresiasi langkah Pemkot Bekasi yang telah proaktif mendorong Google untuk mengoreksi kesalahan itu melalui surat resmi yang dilayangkan pada hari Senin (7/8).

Sebelumnya, Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi menginstruksikan Dinas Komunikasi dan Informatika untuk menyurati Google atas kesalahan itu.

Dalam suratnya Rahmat menekan adanya pelanggaran Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

"Dewi Sartika adalah nama pahlawan asal Jawa Barat yang berjasa pada saat perjuangan melawan penjajah. Namanya harus dijaga," katanya.

Meskipun polemik seputar penamaan itu telah diselesaikan Google, Rahmat tetap meminta Kementerian Komunikasi dan Informatika untuk melakukan investigasi terhadap penyebab perubahan nama itu.

"Investigasi perlu dilakukan terkait dengan faktor yang menyebabkan pergantian nama itu agar ke depan polemik serupa tidak terulang," katanya.

Editor: Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga