Jakarta (ANTARA) - Teh Tarik KL berkolaborasi dengan Koperasi Jasa Tri Capital Investama (TC Invest) resmi menancapkan ambisi besar di industri minuman siap saji nasional.
Mengusung konsep teh tarik keliling pertama di Indonesia, perusahaan ini menargetkan ekspansi masif sepanjang 2026 dengan model bisnis mobile yang diklaim lebih efisien, terstandarisasi, dan scalable.
Peluncuran ditandai dengan pembukaan pool Teh Tarik KL Kebayoran Lama di Jalan Ciledug Raya, Jakarta Selatan, Sabtu (14/2).
Fasilitas ini menjadi pusat kendali operasional armada sekaligus simbol kesiapan perusahaan memasuki fase pertumbuhan agresif setelah penambahan 80 unit baru.
Founder Teh Tarik KL Gerren Sutrisna Putra menegaskan perusahaan tidak sekadar menjual minuman, tetapi membangun sistem distribusi minuman keliling modern.
“Kami sedang membangun standar baru industri minuman mobile. Armada terpusat, SOP terukur, kontrol kualitas ketat. Target kami jelas, memperluas ratusan hingga ribuan unit dalam beberapa tahun ke depan,” ujar Gerren.
Pada tahap awal 2026, Teh Tarik KL mengunci Jakarta Selatan sebagai episentrum ekspansi, meliputi Blok M, Gandaria, Pondok Indah, hingga Cipulir. Kawasan dengan lalu lintas ekonomi tinggi ini dinilai strategis untuk mempercepat penetrasi merek.
Armada hijau khas Teh Tarik KL akan diperbanyak secara sistematis di titik-titik padat aktivitas. Strategi mobile memungkinkan perusahaan bergerak cepat tanpa beban biaya sewa ritel permanen yang tinggi.
Saat ini, jaringan Teh Tarik KL menjangkau Tangerang, Lampung, Jambi, Bogor, Banten, dan Bandung. Model keliling dinilai menjadi keunggulan kompetitif karena fleksibel, hemat biaya tetap, dan mampu mengikuti dinamika permintaan pasar secara real time.
Produk dipasarkan dengan harga Rp5.000–Rp12.000 per cup, menyasar segmen mass market dengan daya beli luas. Varian produk mencakup Es Teh Tarik, Teh Melati, Lychee Tea, Teh Susu Gula Aren, Kopi Susu Tarik, Americano, hingga Matcha Tea.
Dengan struktur biaya efisien dan sistem distribusi terpusat, perusahaan optimistis model ini menawarkan margin menarik bagi mitra.
Untuk mempercepat ekspansi, Teh Tarik KL menggandeng Koperasi Tri Jasa Investama (TC Invest) sebagai mitra strategis permodalan. Skema ini dirancang membuka akses pembiayaan terstruktur bagi anggota koperasi dan calon wirausaha yang ingin memiliki unit armada.
Direktur Operasional TC Invest M Dedi Gunawan menyebut kolaborasi ini sebagai langkah konkret membangun ekosistem investasi berbasis usaha riil dan untuk membantu program pemerintah dalam mengembangkan UMKM.
“Kami ingin anggota tidak hanya menyimpan dana, tetapi ikut bertumbuh bersama usaha produktif. Ini bukan sekadar investasi, ini pembangunan ekosistem ekonomi anggota dan mendukung program pemerintah untuk membangun UMKM sesuai arahan Bapak Presiden,” tegas Dedi.
TC Invest memastikan tata kelola, pengawasan, dan pendampingan berjalan akuntabel untuk menjaga keberlanjutan model kemitraan.
Sebagai strategi penetrasi pasar, perusahaan meluncurkan program Ramadhan 1.000 Cup 1.000 Momen, dengan membagikan 1.000 cup gratis untuk kegiatan sosial, komunitas, dan aktivitas personal selama Ramadan.
Program ini menjadi langkah awal membangun awareness sekaligus mempercepat adopsi merek di titik-titik keramaian.
Dengan kombinasi model bisnis mobile terintegrasi, harga kompetitif, serta dukungan ekosistem pembiayaan koperasi, Teh Tarik KL menargetkan diri sebagai pemain nasional baru pada segmen minuman keliling modern dan 2026 menjadi tahun akselerasinya.
Teh Tarik KL kolarorasi dengan koperasi TC Invest Gaspol 2026
Rabu, 18 Februari 2026 19:12 WIB
Teh Tarik KL kolarorasi dengan koperasi TC Invest Gaspol 2026. ANTARA/istimewa
