Jakarta (ANTARA) - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo berencana menggelar rapat khusus bersama dengan jajaran terkait rute baru Transjabodetabek Blok M-Bandara Soekarno Hatta (Soetta) pada Kamis siang.
“Hari ini, kebetulan kita ada ratas (rapat terbatas) khusus untuk finalisasi TransJabodetabek yang dari Blok M ke Soekarno-Hatta,” kata Pramono di Jakarta Utara, Kamis.
Sampai dengan saat ini, dia mengatakan belum ada keputusan terkait kenaikan tarif Transjakarta dan Transjabodetabek. Rute Blok M-Soekarno Hatta pun menggunakan tarif lama, yakni Rp2.000 sebelum pukul 07.00 WIB dan Rp3.500 di atas pukul 07.00 WIB.
Pria yang akrab disapa Pram itu juga belum dapat menjelaskan jenis bus yang digunakan pada jalur tersebut. Namun, dia memastikan sebanyak 20 unit bus disiapkan untuk rute Blok M-Soekarno Hatta.
Rencananya, rute baru Transjabodetabek akan resmi diluncurkan pada pekan depan. Akan tetapi, Pramono belum dapat merinci tanggal pastinya.
Baca juga: Lokasi-lokasi yang tidak boleh dipasangi bendera hingga spanduk parpol
Dia mengaku optimistis rute tersebut diminati masyarakat karena selain tarifnya yang murah, bus juga melaju lebih cepat karena melewati jalur khusus.
Lebih lanjut, dia menuturkan rute Transjabodetabek Blok M-Soekarno Hatta tidak akan menghilangkan trayek lama yang sudah ada.
Pramono memastikan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berkoordinasi dengan Damri terkait trayek lama tersebut.
Dia menekankan tujuan pengadaan rute baru tersebut, yaitu mendorong masyarakat agar beralih menggunakan transportasi umun.
“Ini memberikan kemudahan kepada publik untuk memilih supaya transportasinya lebih banyak pilihan. Dengan banyak pilihan, orang tidak lagi bergantung pada kendaraan pribadi. Jadi, ujung-ujungnya adalah mengurangi kendaraan pribadi,” ungkap Pramono.
Baca juga: Gubernur DKI Jakarta minta Satpol dan Wali Kota sosialisasi aturan bendera parpol
