Jakarta (ANTARA) - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo meminta kepada Wali Kota Jakarta Barat untuk menggalakkan larangan buang sampah sembarangan ke warga setempat demi mencegah banjir.
“Saya secara khusus sudah meminta kepada Ibu Wali Kota untuk disampaikan kepada warga kalau perlu dibuat peraturan agar warga tidak membuang sampah sembarangan, terutama di tempat-tempat seperti ini,” kata Pramono saat dijumpai di kawasan Jakarta Barat, Senin.
Hal itu, kata Pramono, karena apabila warga masih membuang sampah, khususnya di Kali Sepak yang ia tinjau pada Senin pagi, maka hal tersebut akan berpengaruh negatif pada Cengkareng Drain.
Selain itu, sampah juga bisa mengganggu pintu-pintu air yang selama ini dikelola Pemerintah Jakarta sehingga dikhawatirkan akan menyebabkan banjir di Jakarta.
Terlebih lagi, tata ruang di Jakarta cukup padat.
Baca juga: Petugas sampah di Jelambar Jakbar diimbau tak tinggalkan gerobak di TPS Kembar
Baca juga: Sudin LH Jakbar gencarkan grebek pilah sampah di delapan kecamatan
Untuk itu, Pramono meminta agar masyarakat memiliki kesadaran untuk tertib dalam membuang sampah.
“Di Jakarta ini tata ruangnya memang udah dari waktu ke waktu untuk dirubah itu sangat sulit sekali. Karena sudah 'given'. Yang jadi problem buat saya adalah jangan sampai tata ruangnya sudah padat ini, kemudian masyarakatnya masih membuang sampah sembarangan,” ujar Pramono.
Dalam kesempatan yang sama, Wali Kota Jakarta Barat Iin Mutmainnah menjelaskan bahwa pada Sabtu (24/1) saat banjir sudah surut di wilayah tersebut, pihaknya langsung bergerak cepat memonitor kondisi sampah yang ada.
“Kemudian kami bersama tim membantu warga untuk pengangkutan sampah. Sampah pada Minggu (25/1) kami kerja bakti, bersih-bersih lingkungan dan cukup banyak, luar biasa, sampah sangat banyak dan secara bertahap kami akan angkut ke Bantar Gebang,” jelas Iin.
Pada Minggu itu (25/1) pula, lanjut Iin, sebanyak 20 truk sampah juga telah mengangkut sampah dari wilayah tersebut.
Baca juga: Jakbar siagakan 350 personel gabungan bersihkan sampah pada malam Tahun Baru 2026
Namun, hingga saat ini proses pengangkutan sampah masih berlangsung sehingga masih terdapat penumpukan sampah di wilayah tersebut.
“Itu (tumpukan sampah) memang yang dalam proses, kami akan angkut ke Bantargebang,” kata Iin.
Jakarta saat ini menghasilkan sekitar 7.700 – 8.200 ton sampah per hari.
Bahkan, berdasarkan data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN), pada 2024 Jakarta memproduksi sekitar 3,1 juta hingga 3,2 juta ton sampah per tahun atau setara dengan sekitar 8.600-8.700 ton per hari pada periode tersebut.
Selain produksi harian, timbunan sampah di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, tempat pembuangan akhir utama Jakarta di Bekasi, sangat besar yakni sudah mencapai sekitar 55 juta ton atau terus menumpuk dari tahun ke tahun.
