Kota Bogor (ANTARA) - Pemerintah Kota Bogor, Jawa Barat, mengembangkan program peternakan ayam petelur berbasis lembaga pemberdayaan masyarakat (LPM) di Kecamatan Bogor Utara untuk mendukung pasokan bahan pangan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin di Bogor, Senin, menjelaskan ia telah menyerahkan sebanyak 80 ekor ayam petelur kepada delapan Ketua LPM se-Kecamatan Bogor Utara,
Ayam petelur tersebut akan dikelola oleh masing-masing LPM dan dikembangkan secara bertahap sebelum hasil produksinya disalurkan ke dapur MBG melalui Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP).
“Nanti lewat Koperasi Kelurahan Merah Putih. Satu kandang berisi 10 ekor ayam petelur, di mana hasilnya akan disalurkan ke dapur MBG,” kata Jenal.
Baca juga: Pembangunan peternakan ayam didanai Danantara dimulai 28 Januari
Ia menegaskan program tersebut tidak menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Bogor dan diharapkan dapat menjadi pemicu partisipasi masyarakat maupun pihak swasta melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).
“Ini sama sekali tanpa APBD. Harapannya bisa memancing masyarakat lain atau pihak swasta untuk ikut terlibat,” ujarnya.
Menurut Jenal, pengembangan ayam petelur di tingkat kelurahan berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, khususnya kelompok ekonomi bawah, sekaligus membuka peluang kerja baru di wilayah perkotaan.
Baca juga: Akademisi IPB: Tiga kementerian perlu dilibatkan dalam industri unggas
Ia juga meminta para Ketua LPM memahami siklus produksi telur harian sebelum memperluas skala usaha agar program berjalan berkelanjutan dan memberikan dampak ekonomi nyata.
“Peluang di depan mata, jangan sampai kita hanya jadi penonton. Ini karpet merah untuk warga Kota Bogor,” katanya.
Sementara itu, Camat Bogor Utara Riki Robiansah mengatakan inisiatif tersebut perlu disambut serius oleh seluruh LPM agar ayam petelur dapat berkembang dan menciptakan perputaran ekonomi di tingkat wilayah.
Ia berharap program tersebut menjadi model pemberdayaan ekonomi lokal yang terintegrasi dengan pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat melalui program MBG.
