Palu (ANTARA) - Universitas Tadulako (Untad) Palu, Sulawesi Tengah menginformasikan daya tampung mahasiswa baru tahun akademik 2026 di kampus itu mencapai 9.698 orang untuk jenjang sarjana tingkat Strata satu (S1) dan diploma.
Berdasarkan Surat Keputusan (SK) Rektor Untad, penerimaan mahasiswa baru dilakukan melalui tiga jalur seleksi, yakni Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP), Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT), dan Seleksi Mandiri," kata Wakil Rektor Bidang Akademik Untad Palu Prof Andi Rusdin di Palu, Kamis.
Ia mengemukakan, penetapan daya tampung tersebut telah disesuaikan dengan kapasitas institusi dan ketersediaan sumber daya pendukung pembelajaran.
Sebagaimana komitmen Untad dalam meningkatkan akses pendidikan tinggi, sekaligus memastikan mutu akademik tetap terjaga.
Baca juga: Universitas Tadulako dan ROA perkuat kolaborasi riset dan pengabdian lingkungan
Ia menjelaskan tiga tahun terakhir Untad terus mencatat peningkatan jumlah daya tampung mahasiswa baru, hal itu sejalan dengan kebijakan pengembangan institusi, terutama melalui pembukaan sejumlah program studi (prodi) baru.
“Pembukaan prodi baru diharapkan dapat memberikan lebih banyak pilihan studi bagi calon mahasiswa, sekaligus menjawab kebutuhan sumber daya manusia (SDM) yang relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan kebutuhan pembangunan daerah maupun nasional,” ujarnya.
Pendaftaran mahasiswa baru jalur SNBP telah dibuka sejak 3 Februari dan berlangsung hingga 18 Februari 2026.
Baca juga: Universitas Tadulako Palu Sulsel sesuaikan tarif layanan akademik
Baca juga: Untad bentuk kelompok studi kajian purifikasi produk hukum
Sementara pendaftaran jalur SNBT dijadwalkan pada 25 Maret hingga 7 April, adapun jadwal seleksi jalur mandiri Universitas Tadulako akan diumumkan kemudian melalui laman resmi kampus.
Ia mengimbau calon mahasiswa mencermati jadwal, persyaratan, dan mekanisme pendaftaran pada masing-masing jalur seleksi.
Informasi resmi penerimaan mahasiswa baru dapat diakses melalui laman SNPMB maupun kanal resmi Universitas Tadulako," tutur Rusdin.
Pewarta: Mohamad RidwanUploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.