Jakarta (ANTARA) - Yayasan Pendidikan Kader Bangsa Indonesia (YPKBI) melalui delegasinya melakukan kunjungan akademik ke Soka University untuk menjajaki peluang kolaborasi strategis di bidang pendidikan berbasis nilai, teknologi hijau, dan pengembangan kepemimpinan generasi muda yang inklusif.
Delegasi Indonesia terdiri atas Dr. Devie Rahmawati (Assoc. Prof. Program Vokasi Universitas Indonesia sekaligus Wakil Pembina YPKBI), M. Zaky Ramadhan (praktisi transformasi organisasi dan Wakil Dewan Pengawas YPKBI), Dr. Wiratri Anindhita (Universitas Negeri Jakarta), dan Assoc. Prof. Dr. La Mani (Bina Nusantara University), Elly Muliawan (SGI).
Dalam kunjungan tersebut, YPKBI menilai Soka University sebagai mitra potensial yang memiliki keselarasan nilai dan visi, khususnya melalui penguatan green technology, studi keberlanjutan, dan pendekatan pendidikan yang menempatkan martabat manusia sebagai pusat pembelajaran.
Devie menyampaikan bahwa pengalaman di Soka University memberikan perspektif penting bagi pengembangan ekosistem pendidikan di Indonesia.
“Kami melihat Soka University bukan hanya sebagai institusi akademik, tetapi sebagai ekosistem nilai. Program green technology di sini menunjukkan bahwa keberlanjutan tidak diajarkan sebagai konsep teknis semata, melainkan sebagai tanggung jawab moral terhadap kehidupan, yang relevan bagi Indonesia, negara dengan kekayaan alam besar sekaligus kerentanan ekologis yang nyata,” katanya.
Devie menambahkan bahwa pendekatan Soka dalam mengintegrasikan riset, nilai kemanusiaan, dan praktik keberlanjutan menjadi referensi penting bagi YPKBI dalam membangun sekolah dan jalur pendidikan yang berorientasi jangka panjang.
“Bagi YPKBI, pendidikan harus menyiapkan generasi yang mampu berpikir global, namun tetap berakar pada nilai. Apa yang kami pelajari di Soka University memperkuat keyakinan bahwa pendidikan unggul tidak lahir dari kompetisi semata, tetapi dari dialog, empati, dan keberanian mengambil tanggung jawab sosial,” ujarnya.
Dari sisi implementasi, M. Zaky Ramadhan menyoroti pentingnya kerja sama yang bersifat sistemik dan berkelanjutan antara YPKBI dan Soka University.
“Kami melihat peluang kolaborasi bukan hanya dalam pertukaran akademik, tetapi dalam membangun jalur talenta global. YPKBI melalui sekolah berasrama dan Nusantara Standardized Test (NST) berupaya memastikan seleksi berbasis merit dan potensi. Sementara Soka University menawarkan lingkungan yang matang untuk menumbuhkan kepemimpinan berbasis nilai. Keduanya saling melengkapi," tuturnya.
Zaky menekankan bahwa tantangan generasi muda saat ini tidak cukup dijawab dengan kurikulum yang kuat saja.
“Yang dibutuhkan adalah ekosistem yang konsisten: dari sistem seleksi, pembinaan karakter, hingga lingkungan kampus yang sehat secara sosial dan mental. Di Soka University, kami melihat bagaimana sistem, budaya, dan nilai berjalan searah,” katanya.
Wiratri menyatkan bahwa Lingkungan kampus yang memperhatikan kebutuhan mahasiswa lintas agama, termasuk mahasiswa Muslim, menunjukkan bahwa inklusivitas bukan sekadar jargon. Ini adalah praktik komunikasi sosial yang matang dan relevan dengan dunia yang semakin plural.
Sementara La Mani menyoroti dampaknya terhadap ketahanan komunitas akademik, dimana Rasa aman, dihormati, dan diterima adalah fondasi penting bagi ketahanan komunitas. Ketika kampus mampu mengelola keberagaman secara manusiawi, maka sedang menyiapkan generasi yang siap hidup dan bekerja di masyarakat global yang kompleks.”
Kunjungan ini menjadi langkah awal YPKBI menjajaki kerja sama lebih lanjut dengan Soka University, baik dalam pengembangan kurikulum berbasis nilai, riset keberlanjutan, maupun jalur pendidikan global bagi siswa Indonesia.
Pertemuan dilakukan bersama pimpinan universitas yaitu Akiya Yoshihide, Ida Junichi, Kobayashi Kazuo, Yasutake Taeko, Sugimito Ichiro, Ohnishi katsuaki, Kant Nitin dan Isa Yoichi.
YPKBI jajaki kolaborasi dengan Soka University
Kamis, 22 Januari 2026 17:18 WIB
YPKBI jajaki kolaborasi dengan Soka University (ANTARA/Dok Pribadi)
