Jakarta (ANTARA) - Adrink menggelar aktivasi publik di kawasan Car Free Day (CFD) Taman Dukuh Atas, Jakarta, dengan membagikan sekitar 5.000 botol air minum gratis kepada masyarakat.
Aktivasi ini menjadi bagian dari inisiatif Adrink dalam menghadirkan distribusi air minum gratis di ruang publik, sekaligus menawarkan pendekatan baru bagi brand untuk membangun keterlibatan publik yang lebih relevan dan berdampak.
CEO Adrink, Faray Saleh dalam kegiatan ini menyampaikan ke depan, kami melihat Adrink bukan hanya sebagai media aktivasi, tetapi sebagai ekosistem kolaborasi yang mempertemukan brand, ruang publik, dan dampak sosial. Inilah arah baru komunikasi brand yang lebih relevan dengan perilaku masyarakat saat ini.
Dalam kegiatan ini, masyarakat menerima air minum secara gratis tanpa syarat apa pun. Sementara itu, brand yang berkolaborasi menjadikan aktivitas komunikasi pemasaran sebagai kontribusi nyata yang langsung dirasakan publik.
Berbeda dari media Out of Home (OOH) konvensional yang cenderung bersifat visual dan pasif, Adrink memanfaatkan botol air minum sebagai media berbasis fungsi (utility-based media).
Brand hadir di momen ketika masyarakat benar-benar membutuhkan air minum, sehingga tercipta interaksi fisik dengan durasi atensi yang lebih panjang dan kontekstual.
Untuk menghubungkan distribusi fisik dengan kanal digital, Adrink juga menyediakan opsi interaksi melalui QR code pada kemasan botol. Interaksi ini bersifat sukarela.
Masyarakat tetap menerima air minum gratis tanpa kewajiban apa pun, sementara brand dapat mengukur keterlibatan publik secara lebih nyata melalui interaksi yang benar-benar terjadi.
Sebagai bagian dari komitmen sosial, Adrink mengalokasikan Rp500 dari setiap botol air minum yang dibagikan untuk mendukung program pendidikan, kesehatan, dan kemanusiaan. Pada tahap awal kampanye, program sosial ini turut difokuskan pada dukungan bagi wilayah terdampak bencana alam di Aceh. Seluruh alokasi dana sosial ditanggung sepenuhnya oleh Adrink dan brand yang berkolaborasi.
Chief Marketing Officer Adrink, Zikra Halim, menyampaikan bahwa inisiatif ini dirancang sebagai jembatan antara kebutuhan sehari-hari, komunikasi brand, dan dampak sosial.
“Kami percaya kekuatan iklan itu berada ditangan masyarakat, khususnya untuk iklan luar ruang. Karna tanpa dilihat masyarakat, suatu iklan tidak ada artinya. Oleh karna itu Adrink hadir bukan sekadar untuk menyampaikan pesan brand, tetapi untuk hadir di momen nyata, menjawab kebutuhan sehari-hari, dan menciptakan dampak sosial yang berkelanjutan,” ujarnya.
Melalui inisiatif ini, Adrink mendorong model baru kolaborasi antara brand dan ruang publik, di mana aktivitas pemasaran tidak hanya berfokus pada eksposur, tetapi juga menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat.
