Depok (ANTARA) - Di tengah maraknya dukungan solidaritas terhadap Palestina melalui pernyataan dan simbol, Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) memilih jalan yang lebih nyata dan berkelanjutan untuk mewujudkan ini, yaitu dengan pendidikan.
Komitmen ini tercermin dalam kunjungan Duta Besar Negara Palestina untuk Indonesia, H.E. Dr. Zuhair S.M. Alshun, ke Kampus UIII di Depok.
Rektor UIII, Prof. Jamhari dalam keterangannya, Selasa menegaskan bahwa keterlibatan UIII dengan Palestina didasarkan pada nilai-nilai bersama, bukan pada inisiatif jangka pendek.
“Sebagai universitas internasional, UIII berkomitmen untuk mengembangkan kemitraan akademik yang dilandasi oleh saling menghormati dan keterbukaan,” ujarnya.
“Pendidikan memungkinkan kita membangun kerja sama yang bermakna dan berkelanjutan," katanya.
Baca juga: UIII hadirkan Fakultas Sains dan Teknologi, dengan program unggulan Master of Data Science
Bukan sekedar agenda diplomatik belaka, kunjungan tersebut membuka ruang dialog tentang bagaimana perguruan tinggi dapat terus berdiri bersama Palestina melalui cara-cara yang konkret.
Dalam kunjungannya, Duta Besar Alshun berbicara mengenai realitas yang dihadapi Palestina dan peran penting pendidikan di dalamnya.
“Kami tidak memiliki mineral, gas, atau minyak bumi,” ujarnya.
“Yang kami miliki adalah mentalitas, yang dibangun melalui pendidikan. Melalui universitas seperti UIII, kita dapat membangun kerja sama jangka panjang yang memberi manfaat bagi mahasiswa dan para akademisi," katanya.
Bagi UIII, pandangan ini sejalan dengan visi kelembagaan universitas. Sebagai perguruan tinggi internasional yang dibangun atas prinsip inklusivitas, keadilan dan keterlibatan global, UIII memandang pendidikan bukan semata sebagai kegiatan akademik, melainkan juga sebagai bentuk kontribusi nyata, khususnya bagi komunitas yang menghadapi tantangan berkepanjangan.
Komitmen ini bukanlah hal baru. Duta Besar Alshun sebelumnya juga pernah berkunjung ke UIII untuk menyampaikan kuliah umum, yang mencerminkan hubungan berkelanjutan yang dibangun melalui dialog dan kepercayaan.
Baca juga: Jusuf Kalla Library UIII raih akreditasi tertinggi nasional, rujukan literasi Indonesia
Pada tahun ini, UIII juga menerima seorang mahasiswa asal Palestina. Ini sebuah inisiatif, yang meskipun jumlahnya terbatas, memiliki makna yang besar.
Hal ini mencerminkan keyakinan UIII bahwa akses terhadap pendidikan tinggi merupakan salah satu cara nyata untuk mendukung generasi masa depan Palestina.
Kunjungan tersebut juga diisi dengan diskusi akademik bersama Prof. Sanaa S.H. Alsarghali, seorang akademisi Palestina dari An-Najah National University di Nablus, Tepi Barat. Bersama pimpinan UIII, diskusi ini membahas berbagai jalur kerja sama yang realistis, mulai dari penelitian bersama, kuliah tamu, pertukaran akademik, hingga berbagi pengetahuan.
“Terdapat potensi besar untuk kerja sama antara UIII dan universitas-universitas di Palestina, khususnya melalui penelitian bersama dan pertukaran akademik,” ujar Prof. Alsarghali, seraya menegaskan bahwa institusi pendidikan tinggi di Palestina terus berkembang dan berkontribusi meskipun berada dalam kondisi yang sulit.
Prof. Jamhari menyambut diskusi tersebut sebagai peluang untuk memperluas perspektif akademik di lingkungan kampus.
Baca juga: UIII dan Kemlu teken kerja sama untuk perkuat kolaborasi riset dan diplomasi
“Kolaborasi dengan para akademisi Palestina penting untuk memperkaya dialog akademik dan memperkuat keterlibatan internasional di UIII,” tuturnya.
Pertemuan ini juga difokuskan pada upaya membangun fondasi dan membuka pintu kerja sama yang dapat tumbuh secara bertahap. Bagi UIII, mendukung Palestina melalui pendidikan berarti menjaga keberlanjutan jejaring akademik, membuka peluang bagi mahasiswa dan akademisi, serta memastikan bahwa pengetahuan tetap mengalir meskipun situasi belum ideal.
Melalui berbagai inisiatif seperti beasiswa, pertukaran akademik, dan kolaborasi keilmuan, UIII menegaskan bahwa pendidikan tetap menjadi salah satu cara paling bermakna untuk berdiri bersama Palestina.
Dengan memilih pendidikan sebagai jalan solidaritas, UIII meneguhkan satu keyakinan sederhana namun kuat, yaitu ketika akses terhadap pembelajaran dijaga, harapan pun tetap hidup.
UIII: Pendidikan, langkah konkret membangun kembali Palestina
Selasa, 30 Desember 2025 14:58 WIB
Duta Besar Negara Palestina untuk Indonesia, H.E. Dr. Zuhair S.M. Alshun (kedua dari kanan) didampingi Rektor UIII Prof. Jamhari (kedua dari kiri) ketika berkunjung ke UIII (ANTARA/HO-Humas UIII)
