Moskow (ANTARA) - Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) menegaskan perlunya memperoleh akses ke fasilitas nuklir Iran guna memverifikasi klaim Teheran bahwa lokasi-lokasi tersebut tidak aman dan tidak dapat diakses, demikian disampaikan Direktur Jenderal IAEA Rafael Grossi kepada RIA Novosti.
Grossi menambahkan bahwa berdasarkan Rencana Aksi Komprehensif Bersama dan perjanjian pengamanan, Iran berkewajiban memberikan akses ke lokasi-lokasi tersebut.
“Ini sebenarnya bagian dari pembahasan kami. Mereka mengatakan, ‘Tidak aman, Anda tidak bisa pergi ke sana.’ Namun, dalam situasi seperti itu, harus ada izin bagi para inspektur untuk memastikan bahwa memang benar tidak mungkin untuk masuk,” ujarnya.
Baca juga: Iran siap dimediasi oleh Rusia dan China guna pulihkan kerja sama dengan IAEA
Baca juga: Grossi sebut IAEA terus pantau program nuklir Korea Utara
Baca juga: Iran akan tangguhkan kerja sama dengan IAEA usai PBB blokir keringanan sanksi
Ia mengatakan diskusi mengenai hal tersebut saat ini masih berlangsung dan menyatakan harapannya agar dapat dicapai kemajuan dalam waktu dekat.
Grossi juga menjelaskan bahwa Iran memiliki jauh lebih banyak fasilitas nuklir selain tiga lokasi yang kerap dibahas. Fasilitas-fasilitas tersebut berperan penting dalam pengolahan, konversi, dan pengayaan uranium. Namun, menurutnya, program nuklir Iran tidak terbatas pada itu saja.
Ia menuturkan bahwa Iran memiliki program nuklir yang sangat berkembang dengan komponen riset yang kuat serta banyak fasilitas lain yang tersebar di seluruh negeri.
Selain itu, terdapat Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Bushehr serta rencana pembangunan pembangkit baru, termasuk yang direncanakan bekerja sama dengan Rusia.
Oleh karena itu, Grossi menjelaskan bahwa kelanjutan kehadiran badan tersebut diperlukan untuk memastikan pengawasan dan inspeksi terhadap seluruh fasilitas nuklir Iran yang masih beroperasi.
Sumber: Sputnik-OANA
