Ambon (ANTARA) - Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BKHIT) Maluku melakukan pengujian laboratorium terhadap sampel lobster dan kepiting untuk mengantisipasi kemungkinan penyebaran virus bintik putih yang dapat menyerang berbagai jenis krustasea dan merugikan sektor perikanan.
Kepala BKHIT Maluku, Willy Indra Yunan, di Ambon, Senin, mengatakan pemeriksaan itu merupakan bagian dari deteksi dini terhadap penyakit viral yang berisiko menyebar melalui media pembawa yang dilalulintaskan antar daerah. Langkah ini dilakukan khususnya terhadap komoditas ekspor yang akan dikirim ke pasar domestik maupun luar negeri.
“Uji laboratorium terhadap lobster dan kepiting bertujuan memastikan bahwa komoditas perikanan yang dilalulintaskan bebas dari virus bintik putih sehingga dapat memenuhi persyaratan teknis kesehatan hewan karantina,” ujar dia.
Menurut dia, pemeriksaan laboratorium merupakan bentuk sinergi antara fungsi karantina dengan pelaku usaha perikanan untuk menjaga kesehatan populasi lobster dan kepiting serta mencegah masuknya penyakit yang bisa menimbulkan kerugian ekonomi.
Ia menegaskan bahwa laboratorium BKHIT terus memantau dan menelusuri setiap indikasi potensi penyakit melalui metode pemeriksaan yang sesuai standar.
Virus bintik putih sendiri, yang dikenal sebagai White Spot Syndrome Virus (WSSV), adalah patogen viral berjenis DNA yang sangat menular dan dapat menginfeksi berbagai jenis krustasea seperti udang, lobster, dan kepiting. Penyakit ini dinamakan demikian karena salah satu tanda khas infeksinya adalah munculnya bintik-bintik putih pada eksoskeleton hewan yang terinfeksi akibat kerusakan jaringan tubuh.
WSSV dapat menyebar dengan cepat melalui air yang terkontaminasi atau kontak langsung antar hewan, menyebabkan kematian massal dalam waktu singkat di lokasi budidaya jika tidak dikendalikan. Karena itu, diagnosis dini melalui laboratorium dengan teknik seperti PCR sangat diperlukan untuk memastikan apakah suatu sampel benar-benar bebas dari virus ini atau tidak.
Dirinya menambahkan, selain pemeriksaan laboratorium, BKHIT Maluku juga memberikan edukasi kepada pelaku usaha perikanan terkait langkah pencegahan dan penanganan risiko penyakit viral pada komoditas laut.
“Deteksi dini dan tindakan preventif adalah kunci agar virus bintik putih tidak menyebar luas dan menimbulkan dampak yang lebih besar bagi industri perikanan nasional,” ujarnya.
Hasil pemeriksaan menunjukkan lobster dan kepiting dari Maluku masih aman dari virus bintik putih sehingga aman untuk dikonsumsi.
Pewarta: Ode Dedy Lion Abdul AzisUploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026