Ankara (ANTARA) - Amerika Serikat berdalih operasi militernya di Suriah pada Jumat (19/12) untuk membalas atas serangan mematikan ISIS pada 13 Desember terhadap pasukan AS di Palmyra.
"Hari ini, pasukan AS memulai Operasi Hawkeye Strike di Suriah untuk menumpas para petempur, infrastruktur, dan lokasi persenjataan ISIS," kata Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth di platform X.
Baca juga: Presiden Venezuela minta bantuan Kolombia hadapi AS
Operasi itu disebut sebagai balasan langsung atas serangan yang menargetkan personel AS yang ditempatkan di wilayah timur Suriah.
"Ini bukan awal sebuah perang — ini adalah deklarasi pembalasan," kata Hegseth, seraya menambahkan bahwa AS "tak akan pernah ragu dan tak akan pernah kendur" untuk melindungi rakyatnya.
Baca juga: Kapal induk China latihan militer di Pasifik, Jepang kerahkan sejumlah pesawat
Ia mengatakan AS telah "memburu dan menewaskan" sejumlah individu dalam serangan itu dan mengisyaratkan bahwa tindakan seperti itu akan dilanjutkan.
"Jika Anda menargetkan orang Amerika — di mana pun di dunia — Anda akan menghabiskan sisa hidup Anda yang singkat dan penuh kecemasan dengan mengetahui bahwa Amerika Serikat akan memburu Anda, menemukan Anda, dan membunuh Anda tanpa ampun," kata Hegseth, memperingatkan.
Baca juga: Uni Eropa ajukan proposal aturan baru mobilitas militer
Lokasi persis operasi militer itu serta jumlah korban dan perincian lainnya belum diungkapkan.
Serangan kelompok teroris ISIS (Daesh) yang mematikan awal bulan ini di Suriah menewaskan dua tentara AS dan seorang warga sipil.
Sumber: Anadolu
