Istanbul (ANTARA) - Menteri Luar Negeri Kanada, Anita Anand, menegaskan bahwa Ottawa tidak akan membuka hubungan diplomatik dengan Teheran “kecuali terjadi perubahan rezim”.
“Rezim Iran yang represif harus mengurangi pelanggaran hak asasi manusia yang konsisten dan ilegal, termasuk dengan menghormati hukum internasional dan hukum humaniter internasional,” katanya kepada surat kabar Globe and Mail dalam sebuah wawancara pada Sabtu di Jerman, tempat ia menghadiri Konferensi Keamanan Munich.
Anand juga mengumumkan bahwa Kanada memberlakukan sanksi tambahan terhadap tujuh orang yang “terkait dengan badan-badan negara Iran, yang bertanggung jawab atas intimidasi, kekerasan, dan penindasan transnasional yang menargetkan para pembangkang dan pembela hak asasi manusia Iran.”
Kanada memutuskan hubungan dengan Iran pada 2012 di bawah Perdana Menteri Stephen Harper karena masalah hak asasi manusia dan sejak itu mempertahankan sanksi dan pembatasan perdagangan sambil mengejar tindakan hukum internasional terkait jatuhnya pesawat penumpang yang membawa warga Kanada.
Anand mengatakan fokus regional Ottawa adalah mengatasi penindasan HAM dan menolak untuk mengatakan apakah Kanada akan mendukung serangan militer AS, yang saat ini telah memperkuat kehadiran militernya di Timur Tengah dengan mengerahkan kapal induk kedua dan kapal perusak tambahan, jet tempur, dan pesawat pengintai.
Sumber: Anadolu
Baca juga: Menteri Luar Negeri Iran akan adakan pembicaraan dengan Kepala IAEA di Swiss
Baca juga: Iran upayakan kerja sama dengan Indonesia di bidang teknologi baru
Pewarta: Yoanita Hastryka DjohanEditor : Erwan Muhadam
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.