Depok (ANTARA) - Universitas Indonesia (UI) menerima dukungan pengembangan dana abadi sebesar Rp5 miliar dari tokoh nasional Maruarar Sirait atau yang akrab disapa Bang Ara.
Dukungan dana abadi ini diberikan selama 10 tahun atau Rp500 juta setiap tahunnya untuk memperkuat mutu pendidikan, mendukung Tridharma Perguruan Tinggi, memperluas akses beasiswa, hingga mendorong reputasi UI dalam menembus peringkat 100 dunia.
“Walaupun saya bukan alumni UI, namun saya bangga dan mendoakan UI agar semakin maju dan kompak. Harapannya, sedikit yang saya berikan ini dapat memacu peningkatan kualitas UI, kian terasa manfaatnya bagi bangsa ini, dan kian baik pula reputasinya di mata dunia. UI penting karena menyandang Indonesia dalam nama institusinya," kata Maruarar Sirait dalam keterangannya, Selasa.
Baca juga: UI butuh dana abadi Rp5 triliun untuk tingkatkan reputasi tingkat global
Meski bukan alumni UI, Maruarar Sirait merasa memiliki ikatan erat dengan kampus beralmamater kuning tersebut. Ayahandanya Sabam Sirait pernah berstudi di FHUI pada 1958, adiknya Batara Sirait menyelesaikan S3 kedokteran di FKUI, sementara anaknya Joshua Sirait merupakan lulusan FHUI 2020.
Keterikatan emosional ini yang menggugah Maruarar untuk menyokong UI lewat komitmen pribadinya.
Dalam kegiatan serah terima yang dilaksanakan pada Senin (8/12) di Kampus UI Salemba, Rektor UI Prof. Heri Hermansyah menegaskan dana abadi merupakan instrumen vital untuk mendukung Tridharma Perguruan Tinggi dan mengakselerasi peningkatan kualitas institusi UI.
Menurutnya, komitmen pribadi seperti yang dilakukan Maruarar Sirait bisa menjadi role model dalam membuka peluang filantropi dari individu berpengaruh, tidak hanya dari korporasi seperti yang selama ini lumrah dilakukan.
Baca juga: UI-BTN dukung dana abadi pendidikan dan pengembangan perbankan terintegrasi
“Perolehan dana abadi UI tak semata dari korporasi, tetapi juga bisa tumbuh via kontribusi individu berpengaruh yang punya kepedulian terhadap pengembangan institusi seperti yang dilakukan Bang Ara ini," ujarnya.
"Kami berterima kasih pada amal baik yang beliau lakukan dan berharap hal tersebut bisa menimbulkan efek bola salju, menarik individu-individu yang punya keterikatan dengan UI untuk turut melakukan hal serupa. Semoga apa yang dilakukan ini bisa perkuat reputasi UI di tingkat global,” ujar Prof. Heri.
Dukungan filantropi seperti Maruarar, lanjutnya, tidak hanya menambah kapasitas dana abadi, tetapi juga memperluas ruang gerak UI untuk menghadirkan program berdampak yang melingkupi aspek pendidikan, riset, inovasi, hingga pengabdian kepada masyarakat. Upaya ini sekaligus memperkokoh posisi UI sebagai universitas riset kelas dunia yang adaptif terhadap dinamika global.
Baca juga: UI kumpulkan dana abadi capai Rp2,8 miliar
UI berharap kontribusi ini menjadi inspirasi bagi berbagai pihak untuk turut memperkuat ekosistem pendanaan berkelanjutan di perguruan tinggi Indonesia.
Dengan dukungan yang konsisten, UI berkomitmen menjaga amanah tersebut melalui pengelolaan dana abadi yang transparan, akuntabel, dan berorientasi pada kebermanfaatan jangka panjang.
Dengan sinergi antara institusi, sivitas akademika, dan para mitra pendukung, pihaknya optimistis dapat mewujudkan visi sebagai universitas yang unggul dan berdampak bagi Indonesia maupun komunitas global.
