Depok (ANTARA) - Rektor Universitas Indonesia (UI) Heri Hermansyah menegaskan UI merupakan kampus yang menjunjung tinggi demokrasi dan mendukung penyuaraan berbagai aspirasi karena perguruan tinggi tersebut adalah kampus perjuangan.
Pernyataan tersebut disampaikan Rektor UI Prof. Heri Hermansyah pada acara Wisuda dan Penyambutan Mahasiswa Baru UI Semester Genap Tahun Akademik 2024/2025, di Balairung Kampus UI Depok, Sabtu.
Beberapa hari menjelang wisuda, situasi sosial-politik negeri ini bergejolak. Bahkan di Wisuda UI ada banyak yang membawa kain biru, pink, dan hijau.
Rupanya itu adalah warna resistance blue brave pink dan hero green yang menyimbolkan aspirasi rakyat. Ada juga simbol semangka sebagai bentuk dukungan terhadap Palestina.
Baca juga: UI wisuda 1.914 mahasiswa kesehatan, sebanyak 943 cum laude
Heri berpesan kepada seluruh wisudawan untuk menjadi alumni yang unggul dan impactful di mana pun berada, karena mereka adalah representasi kualitas pendidikan kampus di dunia kerja dan masyarakat.
Alumni berperan menjadi penghubung antara universitas, mitra industri, pemerintah, maupun lembaga riset, untuk membantu keberlangsungan program riset, pengembangan teknologi, serta kegiatan kemahasiswaan. Sinergi alumni dan sivitas akademika UI salah satunya terwujud melalui pengembangan dana abadi.
Ia mengatakan endowment fund atau dana abadi dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan riset, serta menciptakan kemandirian finansial yang berkelanjutan.
Dana abadi dikumpulkan dari berbagai sumber, seperti alumni, donatur, dan kemitraan. Hasil pengelolaan dana abadi dapat digunakan untuk membiayai program universitas, sementara dana pokoknya dijaga agar tetap utuh.
Baca juga: UI imbau masyarakat Indonesia bisa tenang dan menahan diri
Rektor UI mengenalkan fungsi dana abadi kepada seluruh wisudawan yang hadir. Tujuannya adalah agar terjalin sinergi antara sivitas akademika dan alumni UI untuk menciptakan pendidikan yang unggul melalui pemanfaatan dana abadi.
“Kami berfokus pada pengumpulan, pengelolaan, dan pemanfaatan dana abadi. Seluruh universitas terkemuka di dunia memiliki dana abadi yang besar. Hasil pengelolaan dana abadi dimanfaatkan untuk sebaik-baiknya keperluan peningkatan kualitas Tri Dharma UI, modernisasi fasilitas pendukung pendidikan dan penelitian, serta beasiswa bagi mahasiswa,” kata Heri.
Sementara itu Direktur Humas, Media, Pemerintah dan Internasional UI Arie Afriansyah mengatakan sumbangan wisudawan bukanlah satu-satunya sumber dana abadi.
Sumbangan dari wisudawan maupun orang tua wisudawan bersifat sukarela. Untuk membuka peluang pengumpulan dana abadi, UI menjalin kerja sama akademik hingga filantropis dengan berbagai mitra strategis.
Baca juga: Rektor UI imbau seluruh masyarakat Indonesia tetap tenang dan menahan diri
“Dana Abadi ini dikelola untuk kepentingan sivitas akademika, mulai dari pengembangan riset hingga membantu para mahasiswa yang memiliki keterbatasan finansial agar dapat menyelesaikan studinya. Bahkan jika sudah memungkinkan, UI akan memberikan beasiswa penuh kepada mahasiswa UI yang memang sesuai kategorinya,” ujar Arie.
Dalam membangun relasi antara sivitas akademika dan alumni, lanjutnya, UI menjunjung tinggi nilai kebersamaan yang mengutamakan kerja sama, gotong royong, serta solidaritas untuk kemajuan bersama.
Untuk itu Dana Abadi UI yang dikembangkan bersama diharapkan dapat menciptakan keberlanjutan pendanaan yang mendukung peningkatan kualitas pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, sekaligus memperkuat kemandirian serta daya saing UI di tingkat nasional maupun global.
