Kota Bogor (ANTARA) - Rektor terpilih IPB University Dr Alim Setiawan Slamet memberikan kuliah di almamaternya di Ehime University Jepang mengenai pengalaman dan pandangan tentang kepemimpinan transformatif di bidang agricultural sciences.
Direktur Kerja sama, Komunikasi, dan Pemasaran IPB University Alfian Helmi saat dihubungi ANTARA di Kota Bogor, Selasa, menyampaikan, Dr Alim memberikan kuliah dalam rangkaian acara Peringatan 40 Tahun United Graduate School of Agricultural Sciences (UGAS) di Ehime University.
Dr Alim merupakan alumnus program doktoral di UGAS Ehime University periode 2014–2017. Ia diundang secara khusus untuk commemorative lecture atau memberikan kuliah dalam peringatan 40 tahun UGAS.
Rektor saat memberikan kuliah menjelaskan bahwa tridarma perguruan tinggi (pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat) kini berkembang dengan poin ke-empat, yaitu inovasi untuk dampak sosial.
"Perguruan tinggi tidak hanya bertugas mendidik dan melakukan penelitian, tetapi juga menghasilkan teknologi dan rekomendasi kebijakan yang memperkuat pembangunan dan ketahanan nasional," katanya.
Ia menegaskan IPB University saat ini bergerak menuju era Agromaritim 5.0, sebuah kerangka yang menempatkan manusia, keberlanjutan, dan resiliensi sebagai pusat inovasi.
Teknologi seperti artificial intelligence (AI), internet of things (IoT), big data, blockchain, hingga brain–computer interfaces disebutnya sebagai pengungkit kesejahteraan masyarakat, terutama petani dan nelayan.
Rektor juga memaparkan tiga pilar keilmuan yang kini membentuk ekosistem riset IPB University dalam bidang agromaritim, yaitu AI, ilmu omics (cabang ilmu biologi modern yang mempelajari keseluruhan molekul biologis seperti gen, RNA, protein, metabolit dalam suatu organisme secara sistematis dan berskala besar), dan sains keberlanjutan.
Ketiga pilar itu dihubungkan oleh ilmu sosial yang berperan menjembatani inovasi teknologi dengan dinamika masyarakat melalui kajian perilaku, etika, tata kelola, dan kebijakan publik.
Permintaan global terhadap kemampuan berbasis AI semakin meningkat. Di waktu yang sama, banyak metode konvensional mulai ditinggalkan.
"Untuk menyiapkan talenta masa depan, IPB University memperkuat kompetensi mahasiswa dan peneliti dalam AI, keterampilan digital, dan keterampilan hijau," katanya.
Dr Alim menekankan bahwa ketahanan pangan, perubahan iklim, dan transformasi digital merupakan tantangan bersama yang menuntut kolaborasi lintas negara.
IPB University, ujarnya, terus membuka diri untuk bekerja sama dengan berbagai mitra dalam menghasilkan dampak yang inklusif dan berkelanjutan.
Baca juga: IPB University jalin kolaborasi dengan sejumlah perguruan tinggi Jepang
Baca juga: Majelis Wali Amanat pilih Alim Setiawan Slamet jadi Rektor IPB
