Kabupaten Bogor (ANTARA) - Institut Fundraising Indonesia (IFI) menekankan pentingnya transparansi dan akuntabilitas lembaga penggalangan dana di tengah pesatnya pertumbuhan aktivitas donasi masyarakat di Indonesia.

Komitmen tersebut salah satunya diwujudkan melalui penyelenggaraan Indonesia Fundraising Award (IFA) 2025 yang digelar di Lorin Hotel Sentul, Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Selasa.

Ajang penghargaan nasional ini menghadirkan 45 kategori penghargaan serta tujuh anugerah khusus yang mencakup klaster zakat, infak dan sedekah, wakaf, program sosial dan kemanusiaan, korporasi, platform digital, inovasi, metode fundraising, hingga kategori khusus Flourishing Future sebagai refleksi keberlanjutan gerakan filantropi.

Pembina IFI Arifin Purwakananta mengatakan, penghargaan tersebut diberikan kepada lembaga fundraising yang dinilai memiliki kinerja unggul serta komitmen dalam menjaga kepercayaan publik.

“Harapannya, ini menjadi semangat bagi fundraising sebagai profesi agar terus tumbuh, berkembang, dan sejajar dengan profesi lainnya,” ujar Arifin.

Menurut dia, suburnya pertumbuhan lembaga filantropi di Indonesia didorong oleh dua faktor utama, yakni dukungan pemerintah terhadap aktivitas donasi serta tingginya tingkat kedermawanan masyarakat.

Ia menilai, tidak semua negara di kawasan Asia Tenggara memberikan dukungan yang cukup terhadap kegiatan donasi, sehingga kondisi di Indonesia patut disyukuri dan dijaga melalui tata kelola yang baik.

Direktur IFI Sri Sugiyanti menyampaikan bahwa antusiasme masyarakat untuk berdonasi masih tinggi meski secara nominal mengalami penurunan.

“Dengan jumlah donatur yang terus bertumbuh, ini membuktikan publik masih memiliki kepedulian sosial yang kuat,” katanya.

Ia mengungkapkan, hingga saat ini realisasi donasi nasional baru mencapai sekitar 40 persen dari total potensi yang ada, dengan salah satu penghimpun terbesar yakni Badan Amil Zakat Nasional yang telah menghimpun dana sekitar Rp1,3 triliun.

IFA 2025 dilaksanakan melalui proses seleksi dan penilaian yang dinilai kredibel, independen, dan objektif dengan melibatkan dewan juri lintas bidang, antara lain Rini Supri Hartanti, Urip Budiarto, Surya Rahman, dan Sri Sugiyanti.

Penilaian dilakukan berdasarkan kinerja fundraising, inovasi, transparansi dan akuntabilitas, tata kelola kelembagaan, serta relevansi dampak sosial di tengah dinamika ekonomi dan regulasi yang semakin kompleks.

Ke depan, IFI berkomitmen untuk terus melakukan pendampingan terhadap lembaga-lembaga filantropi agar mampu bertransformasi secara adaptif, berintegritas, dan berkelanjutan dalam menjawab tantangan masa depan.

“Penghargaan ini merupakan pengakuan atas dedikasi lembaga fundraising dalam menjaga kepercayaan publik dan memperluas dampak kebaikan bagi masyarakat,” kata Sri.

 



Pewarta: M Fikri Setiawan
Uploader : Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2026