Kota Bogor (ANTARA) - IPB University mendeklarasikan Integritas Pakta Bersama Berseri (Bahagia, Sehat, Rukun, Selaras, Tenteram, Ramah, dan Indah) sebagai inti nilai dan budaya berkelanjutan dalam merespons urgensi aksi iklim dan gaya hidup berkelanjutan seluruh sivitas akademika kampus.
Rektor IPB Prof Arif Satria yang juga Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui Humas IPB University di Kota Bogor, Rabu, menyatakan pakta ini menjadi panduan nilai yang akan menggerakkan seluruh sivitas akademika menuju perubahan perilaku berkelanjutan, sekaligus menjadi pondasi gerakan Sustainable Solution Champions (SSC).
Integritas Pakta Bersama Berseri, katanya, dideklarasikan sebagai janji moral seluruh warga kampus.
"Ini adalah komitmen kolektif, sebuah janji moral, bahwa seluruh insan IPB akan bergerak sebagai Sustainable Solution Champions dengan nilai-nilai keberlanjutan sebagai jantung budaya kita," katanya saat mendeklarasikan Integritas Pakta Bersama Berseri di Kampus IPB Dramaga akhir pekan lalu.
Untuk mewujudkan komitmen dalam Integritas Pakta Bersama Berseri, menurut Rektor,IPB University akan menjalankan SSG pada dua tingkat.
Tingkat pertama yakni pada tingkat institusional, dimana kurikulum pendidikan, riset, community outreach, manajemen, dan infrastruktur diarahkan untuk berfokus pada keberlanjutan (sustainability).
Tingkat kedua pada individual, yang menekankan pentingnya setiap sivitas IPB University untuk menjiwai nilai-nilai keberlanajutan.
Integritas Pakta Bersama Berseri diresmikan bersamaan dalam momentum penyelenggaraan Festival Gerakan Ekologi Manusia (Gerakoman) 2025. Festival ini merupakan puncak dari Mata Kuliah Ekologi Manusia, sekaligus ruang kolaborasi untuk mempromosikan gaya hidup sehat dan ramah lingkungan.
Secara filosofis, Integritas Pakta Bersama Berseri merangkum tujuh nilai keberlanjutan, yakni Bahagia, Sehat, Rukun, Selaras, Tenteram, Ramah, dan Indah, yang dirancang menjadi identitas baru IPB University dalam gerakan ekologi manusia.
Menurut Koordinator Mata Kuliah Ekologi Manusia IPB Rina Mardiana, Festival Gerakoman juga menjadi penegasan bahwa pembelajaran keberlanjutan tidak cukup berhenti di kelas, tetapi harus diwujudkan dalam aksi kolektif.
"Membangun sesuatu yang berdampak tidak cukup melalui mata kuliah saja, tetapi membutuhkan aksi nyata melalui gerakan. Oleh karena itu, IPB University mengusung gerakan Sustainable Solution Champions," ujar Rina Mardiana.
Wakil Rektor IPB University bidang Pendidikan dan Kemahasiswaan, Prof Deni Noviana turut menekankan pentingnya internalisasi nilai keberlanjutan.
"Suatu hari nanti, kita bisa mengatakan dengan lantang bahwa penurunan emisi karbon di dalam kampus IPB University bukan hanya hasil kebijakan teknis, melainkan buah dari aksi sadar kolektif seluruh warga kampus. Bukan karena dipaksa aturan tetapi karena disadarkan nilai," ujarnya.
Baca juga: Cuaca ekstrem di Sumatera dipicu anomali siklon tropis
Baca juga: IPB University luncurkan pusat inkubator bisnis halal
Baca juga: 19 mahasiswa IPB terima beasiswa SEG Rp190 juta
