Gorontalo (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo berupaya mewujudkan mimpi layanan cuci darah (hemodialisa) untuk masyarakat di Wilayah pesisir tersebut.
Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Zainal Umar Sidiki dr Mohammad Ardiansyah di Gorontalo, Minggu mengatakan upaya tersebut telah memasuki babak baru dengan ditandatanganinya nota kesepahaman (MoU) antara Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara dengan pihak RSUP dr Hasan Sadikin Bandung selaku pengampu regional dan RSCM Jakarta sebagai pengampu nasional dalam pengembangan layanan cuci darah di daerah tersebut.
Ardiansyah mengatakan kerjasama ini merupakan langkah penting dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan, khususnya bagi pasien penyakit ginjal kronis yang selama ini harus dirujuk ke luar daerah.
"MoU ini adalah tonggak awal. Kami ingin memastikan masyarakat Gorontalo Utara dapat memperoleh layanan hemodialisa yang bermutu tanpa harus menempuh perjalanan jauh," katanya.
Kerjasama ini mencakup penguatan sumber daya manusia, tata kelola pelayanan, hingga standar mutu yang sesuai pedoman nasional.
Dengan keterlibatan dua rumah sakit rujukan utama di Indonesia, RSUD dr Zainal Umar Sidiki diharapkan dapat mempercepat kesiapan fasilitas hemodialisa.
Ketua Tim Pelayanan Uronefro RSUD dr Zainal Umar Sidiki dr Ferdiyanto Dayi SpPD FINASIM mengatakan bahwa layanan hemodialisa adalah kebutuhan mendesak di Gorontalo Utara.
Baca juga: RSUD Nagan Raya fungsikan layanan 'hemodialisa' pada Juli 2025
Baca juga: Produsen alat kesehatan lokal kini bisa memproduksi alat hemodialisis
Baca juga: Dokter: meski fatal, pasien banyak acuhkan perawatan usai transplantasi ginjal
