Kabupaten Bogor (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Bogor menargetkan seluruh desa dan kelurahan memiliki Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang aktif pada tahun 2026 untuk memperkuat kemandirian dan pemerataan ekonomi masyarakat berbasis desa.
Bupati Bogor Rudy Susmanto menyampaikan hal tersebut saat memimpin rapat persiapan penanaman vegetasi serentak dan pembahasan Program KDMP di Cisarua, Kamis.
Menurut Rudy, koperasi menjadi pilar utama dalam memperkuat ekonomi rakyat berbasis desa dan mendukung kebijakan nasional penguatan koperasi. “Kalau pemerintah pusat punya kebijakan, maka pemerintah daerah harus melaksanakannya dengan sepenuh hati. Karena inilah bentuk nyata kehidupan berbangsa,” ujarnya.
Ia menjelaskan, program KDMP telah melalui kajian matang dan akan diperkuat melalui alokasi dana desa tahun 2026. Pemerintah Kabupaten Bogor menyiapkan pembiayaan khusus koperasi desa, termasuk pendataan aset daerah dan desa untuk pengembangan usaha rakyat.
Selain itu, Pemkab Bogor akan memanfaatkan lahan milik pemerintah untuk mendukung kegiatan ekonomi masyarakat melalui koperasi. Sebanyak 19 kelurahan ditetapkan sebagai lokasi awal pembentukan KDMP karena dipimpin aparatur sipil negara yang dapat bersinergi langsung dengan kebijakan pemerintah kabupaten.
Rudy menambahkan, langkah konkret program ini diawali dengan rencana peletakan batu pertama pembangunan Koperasi Desa Merah Putih di Kelurahan Pakansari, Cibinong.
Melalui Surat Edaran Nomor 1 Tahun 2025 tentang percepatan pembentukan KDMP, Pemkab Bogor menetapkan tiga langkah utama, yakni membentuk koperasi di desa yang belum memiliki, mengembangkan koperasi yang sudah ada, serta menghidupkan kembali koperasi yang tidak aktif.
Bupati mengajak seluruh kepala desa, camat, dan perangkat daerah mempercepat pembentukan KDMP di wilayahnya. Ia juga meminta Dinas Koperasi dan UMKM aktif mendampingi proses di lapangan.
“Kita ingin Koperasi Desa Merah Putih segera terwujud di setiap desa dan kelurahan. Melalui koperasi inilah kemandirian ekonomi masyarakat bisa dibangun secara berkelanjutan,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Bogor, Iman Wahyu Budiana, menyampaikan pembentukan KDMP telah melalui tahapan penting sejak 17 Mei 2025 dengan total 435 desa dan kelurahan tergabung dalam program ini.
“Penandatanganan pembentukan koperasi rampung 100 persen pada 28 Mei 2025 dan penerbitan badan hukum diselesaikan pada 12 Juni 2025,” kata Iman.
Dari jumlah tersebut, terdapat 434 koperasi baru dan satu koperasi hasil pengembangan di Kelurahan Pakansari. Saat ini, tercatat 416 koperasi desa dan 19 koperasi kelurahan telah aktif beroperasi.
Iman menambahkan, berbagai gerai usaha telah dikembangkan di bawah KDMP, di antaranya 18 gerai sembako, 3 apotek desa, 25 kantor koperasi, 3 gerai simpan pinjam, 3 klinik desa, 1 cold storage, 2 gerai logistik distribusi, 3 kios hukum, 5 pangkalan LPG, dan 2 agen Laku Pandai.
Pemerintah Kabupaten Bogor berkomitmen penuh mendukung kebijakan nasional ini.
"Kami terus berkoordinasi agar pembangunan infrastruktur koperasi berjalan cepat, tepat, dan memberi manfaat langsung bagi masyarakat,” katanya.
Baca juga: Menkop sebut Kopdes Merah Putih jadi benteng ekspansi ritel modern di desa
Baca juga: Wamendagri Bima Arya ingatkan pemda dukungan program Kopdeskel Merah Putih
