Jakarta (ANTARA) - Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana mengatakan bahwa pergeseran pola sumber wisatawan telah membuka peluang mengembangkan wisata minat khusus seperti wisata ramah muslim.
“Kondisi perubahan sumber wisatawan ini menegaskan pentingnya menyesuaikan penawaran para wisata Indonesia agar relevan dan menarik bagi segmen wisatawan baru, sekaligus membuka peluang untuk mengembangkan para wisata minat khusus,” kata Widiyanti dalam Tourism Outlook di Jakarta, Rabu.
Widiyanti menyampaikan bahwa situasi ini merupakan satu dari tiga tren global yang sedang mengalami pergeseran. Selain sumber wisatawan, hal lain yang berubah adalah demografi dan pola pemilihan destinasi pariwisata.
Jika sebelumnya pasar outbound dalam sektor pariwisata didominasi oleh negara yang berasal dari Amerika, Eropa Barat dan Asia Timur, ia menyebut distribusinya kini kian beragam. Negara seperti Indonesia, Amerika Selatan, Asia Selatan hingga Timur Tengah diperkirakan akan masuk ke dalam 15 besar pasar outbound pada tahun 2040.
Hal ini didasarkan pada proyeksi pertumbuhan populasi kelas menengah, peningkatan pendapatan per kapita, dan indeks harga konsumen. Masuknya negara-negara itu dinilai akan meningkatkan minat pada wisata ramah muslim, khususnya wisatawan yang berasal dari Timur Tengah.
Menurut data yang dimiliki oleh Crescent Rating untuk tahun 2030, peluang wisata ramah muslim kian besar karena total pengeluaran wisatawan muslim mencapai lebih dari 235 miliar dolar AS.
Baca juga: Menteri Pariwisata dorong gastronomi lewat "Wisata Rasa di Bumi Pasundan"
Baca juga: Buku Wisata Rasa Bumi Pasundan diharapkan perkuat Indonesia sebagai gastronomi dunia
Baca juga: Menpar ingin Pulau Penyengat Kepri sebagai pusat wisata halal terbesar ASEAN
